Menjadi Indonesia Dalam Film Dokumenter

10 Januari 2025

Area Lounge Perpustakaan Universitas Ciputra menjadi saksi lahirnya karya-karya dokumenter mahasiswa dalam acara peluncuran film dokumenter hasil mata kuliah menjadi Indonesia. Sekasa (7/1/2025). Acara itu menampilkan berbagai film dokumenter yang menggali isu-isu sejarah dengan pendekatan yang segar dan inovatif, menutup satu semester pembelajaran berbasis literasi sejarah. Mata kuliah menjadi Indonesia Universitas Ciputra yang diampu oleh FX Domini BB Hera, Aji Prasetyo. Osa Kurniawan Ilham, dan Subianto, bertujuan menghidupkan kembali rasa cinta terhadap sejarah melalui pembelajaran yang aktif. FX Domini BB Hera menjelaskan, pendekatan itu berfokus pada praktik langsung di lapangan.

“Kami ingin mahasiswa tidak hanya belajar dari materi, tetapi melakukan riset sendiri. Mereka menjadi peneliti sekaligus kreator konten. Proses ini mengasah daya kritis mereka karena fakta sejarah tidak bisa diterima begitu saja tanpa proses kurasi,” katanya.

Tujuh film dokumenter yang ditampilkan dan mengangkat tokoh-tokoh penting dalam sejarah, seperti FJH Bayer. Kurkdjian, dan lainnya. Salah satu karya yang lahir dari mata kuliah itu pada semester sebelumnya dan sangat menarik perhatian adalah film dokumenter tentang Gedung Setan, sebuah kawasan kumuh di pusat Surabaya. Karya itu menggambarkan kondisi kehidupan masyarakat yang sering terabaikan.

“Keberpihakan mahasiswa pada isu-isu sosial seperti ini menciptakan karya yang kuat. Mereka belajar memahami isu publik dan menghasilkan karya yang menggugah penonton. Misalnya, mahasiswa lain di Universitas Negeri Surabaya memberikan tanggapan kritis setelah menonton karya ini, sebuah dampak yang di luar ekspektasi kami,” ujar FX Domini BB Hera menambahkan.

Sementara itu, Aji Prasetyo menekankan proses pembelajaran yang sekaligus mengajarkan tanggung jawab dalam penggalian data. Proses itu membuat mahasiswa memahami hak cipta.

“Kami selalu menekankan pentingnya data yang dapat dipertanggungjawabkan dan tidak melanggar hak cipta. Harapannya, karya mahasiswa tidak hanya memenuhi standar akademik, tetapi juga relevan bagi masyarakat luas,” ujarnya.

Dalam wawancara terpisah. Wahyudi Henky Soeparto, dosen International Business Management Reguler Class, menyoroti pentingnya sejarah. Itu menjadi elemen penting dalam pembentukan karakter.

“Sejarah mengajarkan kesinambungan. Dengan memahami masa lalu, kita bisa belajar apa yang perlu dilanjutkan atau dihindari. Selain itu, kita menemukan, jiwa kewirausahaan sudah ada sejak zaman dulu, seperti yang tecermin dari tokoh-tokoh sejarah pada film dokumenter itu,” katanya.

Membuat film dokumenter memberi banyak pengalaman pada mahasiswa. Putra, salah satu mahasiswa yang terlibat
dalam pembuatan film, berbagi tantangannya.

“Tantangan terbesar kami adalah menentukan alur cerita dan mengumpulkan data dari berbagai lokasi. Akan tetapi, dengan dukungan dosen, kami bisa menghasilkan karya yang menggambarkan tokoh-tokoh hebat seperti Ohannes Kurkdjian, seorang fotografer yang merekam wajah Surabaya di masa lalu,” ujarnya.

Yehuda Abiel, Kepala Perpustakaan Universitas Ciputra, mengapresiasi upaya mahasiswa dalam memanfaatkan data yang tersedia di perpustakaan. Data dari perpustakaan itulah yang menjadi bahan pembuatan film dokumenter. “Data-data di perpustakaan kami membantu mahasiswa melengkapi referensi mereka. Ini menunjukkan perpustakaan bukan hanya sebagai tempat membaca, melainkan juga pusat pengembangan ide,” kata Yehuda Abiel. Peluncuran film dokumenter itu mencerminkan

filosofi pendidikan Universitas Ciputra yang mengintegrasikan literasi sejarah dengan semangat inovasi. Dengan fokus pada pembelajaran berbasis praktik dan tanggung jawab, universitas tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademis. tetapi juga relevan dalam menjawab tantangan sosial dan budaya.

Film-film dokumenter ini menjadi bukti nyata bagaimana sejarah dapat dihidupkan kembali dan relevan dengan kehidupan masa kini. Universitas Ciputra menunjukkan pendidikan bukan sekadar transfer ilmu, melainkan juga transformasi nilai yang mendalam bagi mahasiswa dan masyarakat.