Petak Enam di Glodok, Jakarta S Barat menjadi salah satu alternatif untuk bersantai dan berwisata kuliner, di luar ruang (outdoor).
Glodok merupakan kawasan pecinan yang tersohor di Jakarta. Kawasan ini juga ramai dengan berbagai pusat kuliner yang kerap dikunjungi.
Belakangan, Petak Enam di Gedung Chandra jadi tujuan wisata kuliner di Glodok. Tempat ini sudah dibuka sejak Oktober tahun 2020 lalu.
Kawasan Petak Enam tidak terlalu besar, tetapi begitu memasuki bangunan ini, pengunjung bisa langsung merasakan suasana khas pecinan. Bangunannya seperti gaya rumah toko pecinan lama ditambah lampion yang menggantung, dilengkapi atap yang tinggi. Melihat arsitekturnya yang menarik, tidak heran orang yang berkunjung ke sini bukan hanya berburu makanan, tetapi untuk menikmati waktu atau mengambil foto.
Meski berkonsep food court, tempat ini bersih dan tertata. Sebagai tempat wisata kuliner, tentu saja Petak Enam dikelilingi oleh berbagai gerai makanan. Tak hanya makanan khas Tionghoa, berbagai makanan dan minuman lain bisa didapatkan di sini.
Melihat cukup banyak pilihan makanan, Anda bisa mengisi perut dengan makanan ringan lebih dahulu. Beberapa pilihan tersedia, salah satunya Kuotie Shantung Ling Kuotie bisa dipanggang atau digoreng. Orang paling banyak beli dipanggang,” ujar Della, anak dari pemilik Kuotie Shantung Ling. Satu porsi berisi 10 potong dengan harga Rp 60.000, sementara setengah porsi terdiri dari 5 potong kuotie.
Kuotie ini sungguh nikmat, berisi ayam, udang beserta sayur. Kulit kuotie garing, dagingnya lembut dan saus pelengkap menambah kelezatan.
Sudah beroperasi di Petak Enam sejak November tahun lalu, Della mengatakan kedainya bisa menjual hingga 2.000 potong kuotie per hari. Setelahnya, Anda bisa langsung membeli Cempedak Goreng Spesial Cik Lina yang bersebelahan dengan Kuotie Shantung Ling. Namun, untuk menikmati sajian ini, Anda harus bersabar mengingat antreannya cukup banyak.
Lina, si pemilik, mengatakan, bila sedang ramai, pengunjung bisa menunggu hingga 2 jam hingga makanan yang diinginkan tersaji.
Saat cempedak goreng sudah ditangan, tak heran makanan ini diburu pengunjung. Aromanya menggoda. Dengan mengeluarkan Rp 20.000 per porsi, anda bisa mendapat sajian manis dan renyah. Bagi Anda penyuka manis, ada pelengkap saus gula merah. Cempedak goreng disajikan di kantong kertas untuk Anda bawa.
Bila Anda menginginkan makanan yang lebih berat, ada Ho Lai yang menyediakan berbagai menu seperti nasi lemak, kwetiau, mie hingga toast. Pegawai Ho Lai, Faldo mengatakan nasi lemak rendang, nasi lemak kari dan kwetiau gosong adalah menu yang paling banyak dibeli oleh pengunjung.
Nasi lemak rendang berisi nasi lemak, ayam rendang, telur, ikan asin, timun dan ditambah sambal. Nasi lemaknya tidak terlalu berlemak, ayamnya berasa empuk, dan porsinya cukup besar. Sambalnya pun menambah cita rasa makanan ini. Nasi lemak ini pas dinikmati untuk makan siang.
Tak hanya menikmati makanan, di Petak Enam Anda juga bisa bersantai sambil menikmati teh di Pieces of Peace.
Ramai di akhir pekan
Walau terhitung masih baru, Petak Enam sudah banyak dikunjungi. Ayi salah satu pedagang bilang Petak Enam paling banyak dikunjungi di akhir. pekan. Menurutnya, pada akhir pekan, pengunjung sudah berdatangan sejak tempat makan dibuka dan berangsur sepi pada pukul 19 malam. Namun, pengetatan pembatasan beberapa waktu terakhir turut berdampak pada kedatangan pengunjung. “Ada pembatasan, jadi satu meja dua orang, biasanya ramai,” jelas Ayi.
Petak Enam cukup banyak dibicarakan di media sosial. Beberapa pengunjung ke sana karena tertarik atas informasi dari medsos. Salah satunya Eva dari Jakarta Timur. “Tertarik karena sedang happening juga. Jadi mau tahu, sekalian mau lihat-lihat saja,” katanya.
Hal senada disampaikan Inez yang mengunjungi Petak Enam. Dia mengaku penasaran ke situ, setelah temannya mengung gah foto ke medsos. Dia bilang, tempat ini cukup menarik meski makanannya bisa ditemukan di pusat perbelanjaan lain.
“Jualannya mungkin lebih ke pengalaman tentang tempatnya,” kata Inez.
Nah, gerai di Petak Enam menerima pembayaran tunai, berbagai uang digital, dan kartu debit.
Lakukan Pembatasan Akibat Covid-19
Di tengah pandemi, Petak Enam juga turut menerapkan berbagai pembatasan sebagai upaya mencegah penularan Covid-19.
Pengunjung yang ingin masuk, diwajibkan menggunakan masker serta harus diukur suhunya terlebih dahulu. Pengelola Petak Enam juga menyiapkan tempat mencuci tangan begitu pengunjung memasuki bangunan ini.
Satpam Petak Enam, Ari juga terlihat mengawasi keadaan di dalam lokasi. Dia mengatakan, bila meja-meja di dalam bangunan sudah terisi penuh maka Petak Enam akan ditutup sementara. “Bila meja penuh, pintu masuk ditutup sebagai langkah antisipasi,” ujarnya.
Adanya pengukuran suhu serta meja-meja yang memiliki jarak cukup lebar diapresiasi oleh Eva, salah. satu pengunjung Petak Enam.
Meski begitu, dia berpendapat masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan oleh pengelola. “Kita tidak tahu kapasitasnya di dalam dihitung atau tidak di dalam, jadi tadi di depan ditembak-tembakin (diukur suhu) saja, tapi kita enggak tahu dihitung atau tidak. Sekarang kan (Covid-19) sudah ramai lagi, harusnya dihitung kapasitasnya berapa orang” terangnya.
Pengetatan PPKM Mikro membuat jam operasional Petak Enam juga mengalami penyesuaian. Kini, jam operasionalnya menjadi pukul 09.30 hingga 20.00 WIB pada Senin hingga Jumat dan pukul 07.30 hingga 20.00 WIB pada Sabtu dan Minggu.
Sumber: Tabloid Kontan. 28 Juni – 4 Juli. Hal.24

