Seperti masyarakat tionghoa pada umumnya, keluarga morgan oey termasuk yang masih sangat menjunjung tinggi tradisi. Terutama saat momen Tahun baru imlek seperti saaat ini. Menurut mantan angora grup vocal SM*SH itu, sin cia selalu dirayakan secara total. Setiap tradisi berusaha dipenuhi. Setiap makanan khas yang penuh makna itu pun di hidangkan. “Sekarang kan banyak banget varian menu imlek baru. Tapi, keluarga aku lebih suka yang tradisional. “cerita morgan. “Kue-kue tradisional kayak kue keranjang gitu sih jadi menu wajib sejak zaman dulu sampai sekarang, terlur merah, jue lapis, kue-kue kering, misua juga nyiapin. Bedanya, dulu mama yang masak sendiri, sekarang lebih sering beli,”ungkap dua.
Menurut morgan, sejak kecil dirinya diajari filosofi di balik hidangan-hidangan khas tersebut. Karena itu, kini cowok kelahiran singkawang tersebut hafal makna setiap menu masakan maupun kue. Misalnya aja mi, yang melambangkan panjang umur dan kemakmuran. Kue lapis legit yang artinya berlapis-lapis rezeki.”jelas Morgan. Jue mangkuk atau kue keranjang, lanjut cowok 24 tahun itu, melambangkan kehidupan yang manis dan kian menanjak. Kolang-kaling melambangkan manusia yang berpikiran jernih. Sementara itu, agar-agar yang dicetak binatang menyimbolkan kehidupan yang terang. Mi yang juga hidangan wajib melambangkan umur panjang.
Di luar soal hidangan, morgan menyatakan tidak ada yang istimewa dalam perayaan imlek tahunini. Dia hanya berkumpul dengan keluarga besar di rumah sang oma dari ayahnya. “Tahun ini nggak ada persiapan khusus. Yang paling penting, intinya hari raya tersbut bisa quality time,”ucapnya. “Oma aku saat ini yang tertua, umumnya udah 96 tahun. Seperti imlek tahun lalu, kami rayain bareng-bareng di rumah oma,”lanjut penyanyi yang kini merambah dunia acting tersebut. Tahun baru, harapan baru. Pada tahun kambing ini, harapan morgan tidak muluk-muluk. “Semoga tahun ini bisa lebih dewasa. Yang lebih penting sih tambah mapan. Makin tua kan seharusnya bertambah mapan,”tuturnya. (rps/c7/na)
Menu khas imlek bikin kangen
IKAN KUKUS YANG PENUH MAKNA
Menyiapkan menu untuk dinner imlek bareng keluarga besar? Wah terbayang repotnya kan. Namun, itu tentu bergantung pilihan menunya. Ada cara simpel antribet untuk mengolah hidangan imlek tanpa mengurangi setiap maknanya.
Salah satu momen paling dinanti saat sin cia tentu dinner bareng keluarga besar. Tetapi, bagaimana jika tiba-tiba kebagian tugas menyiapkan hidangan? Chef Arnold poernomo punya solusi asyik dan mudah. “Imlek itu intinya berkumpul bersama keluarga. Jangn kelamaan di dapur. Mending bikin hidangan yang cara masaknya simpel dan singkat, tetapi tetap special,” tutur Arnold.
Juri master chef Indonesia season 3 itu menyatakan imlek identic dengan makanan berbau seafood. Pengalamannya berwisata kuliner di hongkong semakin mengembangkan taste Arnold untuk membuat variasi menu seafood. Menurut dia, seafood bisa dikreasikan dalam berbagai macam menu. Namun, dalam menu imlek kali ini, Arnold membagi resep berbahan dasar ikan. Yakni, ikan kukus. Metode kukus bisa membuat ikan tetap bisa disajikan secara utuh mengandung harapan agar di tahun yang baru ini segala urusan lancar hingga akhir tahun. “Aku sih menyarankan pilih ikan yang besar, satu ikan buat sharing bareng keluarga jadi lebih seru,”ucap Arnold.
Chef berusia 26 tahun ini menjelaskan, sebelum memasak ikan kukus, disarankan belanja ikan yang berkualitas baik, cirinya kenyal dan tidak berbau amis. Jika sudah amis, ikan tersebut dipastikan tidak layak dimakan. Membeli ikan yang baik tidak harus di supermarket. Sebab, banyak ikan segar di pasar tradisional. Sebelum dimasak, bersihkan insang dan isi perutnya. Langkah selanjutnya adalah menyiapkan bumbu. Yakni kecap asin, saus tiram, minyak wijenm dan arak cina secukupnya. Tambahkan pula irisan daun bawang merah dan bawang putih plus gula dan cabai sesuai dengan selera. Masukkan bumbu-bumbu tersebut bersama ikan kesebuah wadah besar untuk dikukus. Waktu mengukusnya pun tidak lama. Hanya sekitar 20 hingga 30 menit, bergantung ketebalan ikan. “Jangan mengukus ikan terlalu lama karena gizi dan teksturnya nanti tidak bagus,”papar pria kelahiran Jakarta 18 agustus 1988 itu. Ikan kukus dapat dihidangkan bersama mi atau vcap cay khas keluarga.
Meski kita bisa berkreasi dengan aneka menu baru, imlek tetap tidak bisa lepas dari hidangan-hidangan tradisional. Misalnya, kue keranjang dan buah jeruk. Kadang menu-menu khas itulah yang bikin kangen. Misalnya yang diungkapkan model serta bintang FTV Paula Verhoeven. Di keluarga cewek berdarah campuran belanda-tionghoaitu, sang nenek yang membuat kue keranjang. Suasana imlek membuat paula selalu terkenang masakan nenek. “Iya, aku sama saudara-saudara pasti nyerbu kue keranjang, harus mirip ama buatan nenek,”cerita paula. Selain itu, sang nenek mengolah berbagai masakan lain. “Makanan banyak sekali, tapu lupa namanya. Yang paling kuingat ya kue keranjang,”katanya. Sayangnya, kini dia jarang hadir dalam tradisi imlek bersama keluarga. Selain neneknya yan sudah tiada, kesibukan paula di dunia modeling membautnya harus sering berpisah dengan keluarga.”Sekarang aku banyak sibuk di singapura. Ke Indonesia untuk pulang dan urusan pekerjaan, “tambahnya. Selain kue keranjang, perempuan 27 tahun itu selalu mengingat angpao saat imlek. Sejak masih anak-anak paula tidak pernah luput saat pembagian angpao dari sang nenek. Bahkan, ketika menginjak usia remaja pun, paula masih mendapat anpao nenek dan kerabat-kerabat lain yang merayakan sin cia.”Keluarga aku multicultural. Kalau imlek pun kami rayakan bersama. Senangnya ya dapat angpao,”ucap paula, seraya tertawa. (nuq/c15/ina)
Sumber: Jawa pos, senin 16 februari 2015 hal 29

