SURABAYA – Pertambahan usia memang tidak bisa ditahan. Tetapi, kecantikan dan gaya nan modis tetap bisa dipertahankan. Beberapa manan model, anggota Cherish Modelling angkatan 1986-2010, membuktikan itu kemarin (30/11)/ mereka memperagakan gaun dan baju batik. Meski umur melaju, tubuh mereka tetap terlihat kece.
Seiring laju usia, beberapa permpuan memang tidak lagi percaya diri dengan bentuk tubuh mereka. Padahal, dengan trik khusus, gaun-gaun batik tetap bisa terlihat fit pada badan yang tak lagi muda. “Kalau udah tua kan banyak kekurangan di perut. Nah, saya buat gaun dengan lipit,” ujar Wijanarko, perancang busana, di Royal Plaza kemarin. Lipit-lipit itu bisa menambah volume dan kesan mengembang sehingga perut buncit bisa tersamarkan.
Dalam fashion show kemarin, dia berfokus pada batik tulis khas Madura, Sidoarjo, dan Pekalongan. Semuanya apik membungkus tubuh para mantan model itu. Warna-warna terang dan bercorak juga menjadi salah satu trik untuk menghadirkan busana yang hidup dan match dengan bentuk tubuh.
Desainer yang juga model senior Surabaya itumengatakan, warna batik tulis tersebut membuat mereka tampak lebih muda. Apalagi ada paduan potongan feminim yangelegan. Para model senior itu pun tampil bak putri.
Salah satunya adalah batik cokelat bercorak kembang. Ina Iriana tampil begitu anggun dan cantik. Perancang yang akrab disapa Wiwied tersebut menempatkan korsase bungan di ujung atas bustier dan belt oranye di pinggang. “Itu dilakukan untuk menutupi kekurang di bagian tersebut,” jelas pemilik Griya Jawa by Wiwied itu.
Dress batik tulis tersebut juga dipercantik bordiran keemasan di bagian bawah, memang Wiwied sengaja tidak mengombinasikan jenis kain lain dalam rancangannya. Pasalnya, pesona batik tulis itu begitu kuat membangkitkan aura keanggunan sehinga sayang bila harus ditambah helaian material kain lain.
Hal sama terpancar dari busana yang dikenakan Happy Sobiya. Paduan warna merah dan hijau dari batik Madura berhasil membuatnya tampak muda dan girlie. Khusus pada baju yang dikenakan Happy, sang desainer tak banyak bermain dengan detail. Warna dan corak alam cukup menghidupkan tampilan sang model.
“Tinggal dikasih kalung dan aksesori saja pasti anggun buat ke pesta malam,” jelas pria yang pernah berperan sebagai Tunggul Ametung dalam sinetron Ken Arok tersebut. Sang model pun bergaya dengan rambut yang diikat menyamping searah poninya. Sementara itu, kemeja pria dibiarkan tampil konvensional. (bir/c7/dos)
Sumber: Jawa Pos/1 Desember 2014/Hal 25, 35

