Merasakan Geliat Wisata Air Panas di Kota Unzen, Nagasaki, Jepang.
Menghangatkan Badan ke Onsen “Neraka”, Merendam Kaki di Obama
Jawa Pos. 10 Februari 2024. Hal.17
Berwisata ke onsen, sumber air panas yang bisa dimanfaatkan untuk berendam, menjadi salah satu agenda “wajib” bagi masyarakat Jepang saat musim dingin tiba. Kota Unzen, Prefektur Nagasaki, menjadi salah satu destinasi yang banyak didatangi masyarakat saat butuh kehangatan.
Kota Unzen dikenal sarat akan onsen. Semuanya bersumber dari aktivitas vulkanologi Gunung Fugendake di Semenanjung Shimabara. Gunung itu punya keunikan. Dapur magmanya terletak di bawah laut, tepatnya di Selat Tachibana.
Terdapat tiga onsen yang terkenal di Kota Unzen yang merupakan kawasan geopark. Yakni, Unzen Jigoku, Obama, dan Shimabara. Meski berasal dari satu sumber, masing-masing onsen itu memiliki ciri yang berbeda.
Misalnya Unzen Jigoku (neraka). Nama itu merujuk pada 30 titik sumber panas yang ada di sana. Meski namanya cukup menyeramkan, posisi Unzen Jigoku yang berada di tengah teluk lereng perbukitan menawarkan pemandangan bak di dunia lain.
Unzen Jigoku berada di Taman Nasional Unzen Amasuka. Sejak pertama masuk ke kawasan itu, pengunjung bisa menyaksikan uap panas yang menyembur dari tanah. Desisan gas dan luapan air bak dalam bejana raksana yang mendidih jadi atraksi favorit. Serasa mandi di uap saat melintas di jembatan kayu yang menembus onsen itu.
“Datang saat musim dingin sangat cocok ke sini. Suasananya hangat meskipun sekitarnya bersalju,” ujar Tanaka, salah seorang pengunjung.
Trek sepanjang hampir 3 kilometer yang diajajl pengunjung. Masing-masing spot sumber panas memiliki keunikan tersendiri. Selain itu, banyak kucing liar yang menyambut pengunjung. Soal keamanan jangan khawatir. Meski liar anabul-anabul itu sudah steril dan divaksin.
Jika lelah traveler bisa beristirahat sambil meletakkan kaki di atas dan berbatuan yang nebgeluarkan uap panas. Rileks sejenak setelah lelah berjalan
Sementara itu, Obama Onsen terletak di bibir pantai. Di sana terdapat satu sumber air panas yang suhunya berada di titik maksimal didih air, yakni 100 derajat Celsius. Biasanya, masyarakat dan turis yang datang merebus telur dan ubi untuk camilan. Ada juga cumi kering sebagai kuliner khas di sana.
Daya tarik Obama Onsen adalah kolam rendam kaki sepanjang 105 meter. Kolamitu terus mengalirkan air baru setiap waktu. Jernih dan mampu merilekskan kaki dan melepas penat.
Sore hari adalah momen terbaik untuk datang ke Obama Onsen. Posisi kolam langsung menghadap laut. Duduk santai dengan pemandangan laut dan sunset merupakan momen yang diburu pengunjung. “Rasanya nayaman saat merendam kaki. Sambil melepas penat,” ujar Ito, pengunjung Obama Onsen.
Jika ingin berendam, di sepanjang jalan menuju Obama Onsen terdapat hotel dan rumah yang menyediakan kolam rendam. Mereka juga mengambil sumber air yang sama. (gal/c18/ris)
Jejak Kejayaan dan Masa Kelam Itu Tersimpan Rapi di Nagasaki
Selain sebagai pusat destinasi wisata air panas, Prefektur Nagasaki juga dikenal akan sejarah kelamnya. Yakni, peristiwa jatuhnya bom atom “Fat Boy” pada 9 Agustus 1945 pukul 11.02, di tengah Perang Dunia II. Ledakan bom tak hanya meluluhlantakkan Nagasaki, tapi juga membuat 73.884 orang meninggal dan 74.909 orang terluka.
Kini wilayah itu bangkit menjadisebuah kota maju. Kota yang berada di barat daya Tokyo tersebut memiliki sederet destinasi yang mengesankan. Salah satunya wisata sejarah bom atom. Jejak sejarahnya masih bisa disaksikan di Museum Bom Atom Nagasaki.
Museum yang atraktif itu menyimpan puing-puing sisa ledakan, jam yang berhenti tepat ketika bom meledak, hingga botol kaca/logam yang melelh karena efek panas ledakan. Gambaran proses pemulihan dan kisah korban yang berjuang melawan efek radiasi yang mengerikan juga tergambar jelas di museum itu. Semua disusun rapi dan informatif. Selain dalam bahasa Jepang, juga disajikan dalam bahasa Inggris.
Pengunjung cukup menggunakan headset dan gawai untuk mendengar setiap penjelasan dari spot kunjungan di sana. Di luar area museum juga ada penanda hiposentrum sebagai titik bom atom meledak. Destinasi itu selalu ramai dikunjungi. Wisatawan biasanya berziarah untuk mendoakan para korban bom. Setiap 9 Agustus juga digelar peringatan perdamian.
“Nagasaki saat itu merupakan pusat produksi kekuatan militer. Seperti kapal perang, misil, dan senjata. Namun, setelah Perang Dunia II berakhir, kini menjadi galangan kapal niaga,” kata Direktur Departemen Kebudayaan, Pariwisata, dan Hubungan Internasional Prefektur Nagasaki Sakaguchi Ikuhiro.
Ditarik ke belakang, Nagasaki sudah eksis sejak lama. Ia menjadi pintu masuk perdagangan internasional. Di zaman Edo antara tahun 1603-1867, semua kapal asing mendarat di Dejima, sebuah pulau buatan tempat perdagangan dan kapal asing sandar.
Sisa peninggalan kejayaan pulau itu masih ada sampai sekarang. menjadi salah satu tujuan wisatawan yang melancong ke Nagasaki. Pemerintah merekaulang bangunan-bangunan yang pernah berdiri di sana. Total ada 65 bangunan, mulai dari gudang hingga kantor administrasi.
Perkembangan lintas zaman dan interaksi internasional menjadikan Nagasaki sebagai wilayah Jepang yang multikultur. Perpaduan budaya Jepang Tiongkok, dan Eropa. Semua jejak itu masih ada hingga sekarang. (gal/c18/ris)

