3. Miliarder yang Ikut Aktif Terlibat Organisasi Olahraga Tinju Dunia. Kontan. 12 Februari 215. Hal.24

Kesibukan berbisnis dan mengurusi banyak perusahaan tidak membuat Timur Kulibayev mengacuhkan kehidupan sosial. Kecintaannya pada olahraga tinju professional membawa pemilik harta kekayaan US$ 2 miliar tersebut dalam pengelolaan organisasi atau International Boxing Association (AIBA) sejak tahun 2012. Di negara asalnya, Kazakhastan, Kulibayev sudah terlibat aktif pada pengelolaan organisasi tinju sejak tahun 2009.

SEBAGAI seorang pembisnis, Timur Kulibayev patut diajung jempol. Dari hasil jerih payah pria yang pada September nanti genap berusia 49 tahun itu terkumpul harta kekayaan senilai US$ 2 miliar, sekaigus memposisikan dia sebagai orang terkaya nomor dau di Kazakhastan. Namun yang tidak kalah menarik adlah kecintaan sang miliader terhadap dunia olahraga tinju.

Salah satu komitmen Kulibayev adalah masuk dalam jajaran Komite Eksekutif International Boxing Association (AIBA). Pada kongres AIBA di Jeju, Korea Selatan, November 2014 silam, Kulibayev terpilih sebagai Wakil Presiden yang membidangi APB atau AIBA Pro Boxing.

Sepak terjang Kulibayev di AIBA sudah dimulai sejak tahun 2012 kala Ketua AIBA, Ching-Kuo Wu mengajak sang miliader ikut mengembangkan organisasi tinju internasional. Ching melihat dukungan penuh dari Kulibayev atas proyek inovatf AIBA dalam pengembangan tinju professional. Ching optimis, kepedulian Kulibayev bakal berdampak besar bagi pengembangan olahraga ini di masa depan.

Di negaranya. Kulibayev telah mengenyam jabatan Presiden Federasi Tinju Kazakhastan sejak 2009. Dia di juga tercatat sebagai Anggota Komite Eksekutif, Komite Olimpiade Nasional. Sementara pada 2011, Kulibayev menjabat Ketua Dewan Pembina Arystan Khusus Lyceum di Talgar.

Perhatian Kulibayev terhadap dunia tinju pun berubah manis. Menjelang Hari Kemerdekaan Republik Kazakhastan, pemerintag setempat menerbitkan surat keputusa (SK) perihal pemberian penghargaan yang berkonstribusi besar bagi bidang ekonomi dan budaya.

Seperti dikutip situs berita fdk.kz, Kulibayev yang menjabat sebagai Presiden Federasi Tinju Kazakhastan mendapat penghargaan “Order Barys Class I” dari Pemerintah Kazakhstan. Penhargaan yang sudah rutin diberikan sejak tahun 1999 tersebut didedikasikan kepada warga negara Kazakhstan yang memiliki prestasi tertentu. Diantaranya adalah telah berjasa telah memperkuat identitas dan kedaulatan negara, serta memberikan sungbangsi bagi perkembangan dunia industry, ilmu dan teknologi, sosial budaya, dan kegiatan public lainnya.

Selain berperan besar dalam dunia tinju, Kulibayev juga tercatat berperan serta aktif membantu kazakstan membina hubungan dengan dunia internasional. Salah satu jabatan strategis yang diembangnya terkait ini adalah Co-Chairman kerjasama Strategis Kazakhstan-Jerman sejak 2010. Tida haya itu, Kulibayev juga dianugrahi penghargaan “Kurnet Orde” pada tahun 2001 dan gelar ketiganya “Barys Orde” pada tahun 2009.

Menantu Presiden Kazakhstan ini juga tidak segan ikut ambil bagian dalam seluruh kegiatan yang diadakan pemerintah. Misalnya, saat ditunjuk sebagai pembawa medali ulang tahun ke-10 Konstitusi Kazakhstan pada tahun 2005. Demikian juga saat dia membawa medali ke-20 Kemerdekaan Repblik Kazakhstan pada tahun 2011.

Hingga saat ini, mesin pencetak uang terbesar Kulibayev masih berasal dari Halyk Bank, yang merupakan bank terbesar di Kazakhstan. Bersama sang istri, Kulibayev memegang 80% saham perusahaan melalui JSC Holding Group ALMEX. Dia juga memiliki saham perusahaan konstruksi KazStroyService.

Lantaran kedekatan dengan presiden, maka tak heran jika Kulibayev disebut-sebut mengontrol 90% ekonomi Kazakhstan. Cerita tak sedapun datang, kala Kulibayev dituding melakukan pencucian uang di Bank Swiss dari hasil penjualan aset negara tahun 2000-2005.

SUMBER : Kontan. 12 Februari 2015. Hal.24