PENJUAL sayur memang sudah ada sejak dahulu. Pada zaman orde baru saat Presiden Soeharto, penjual sayur pakai sepeda motor dan bahkan sebelumnya pakai sepeda ontel atau pakai binatang seperti kuda, kerbau dan sapi

Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, sampai saat ini penjual sayur yang menggunakan sepeda motor dan gerobak masih ada di perkampungan.

Namun sejak tahun 2010 para penjual sayur sudah menggunakan motor roda tiga yang ada gerobaknya untuk berjualan di perumahan dan perkampungan. “Sejak tahun 2010 sudah mulai memakai motor roda tiga untuk berkeliling di perumahan.  Alasannya kalau pakai pick up tidak bisa masuk ke perkampungan,” kata pengamat sejarah berusia 16 tahun.

Menurut Chrisyandi, pihaknya sam pai saat ini masih menemukan pedagang yang menggunakan gerobak serta pakai motor roda tiga di wilayah beberapa wilalayah di Surabaya. “Nah para penjual sayur mengguna kan gerobak memang masih ada, seperti di wilayah Manyar Sabrangan.” imbuhnya.

Lebih lanjut Chrisyandi menuturkan. pada zaman dahulu para penjual sayur menggunakan binatang (kuda dan kerbau) tapi tidak ke perkampungan. melainkan dari ladang mengangkut sayur dan langsung dibawa ke pasar. Sehingga dengan perkembangan zaman saat sekarang ini masih tetap ada penjual sayur pakai gerobak.

“Iya dulu para penjual sayur pakai binatang dan terlalu lama untuk sampai ke perkampungan dan akhirnya beralih ke sepeda motor dan motor roda tiga bergerobak untuk berkeliling ke peruma han dan perkampungan. Tujuannya agar sayur agar tidak cepat layu dan sampai ke konsumen,” jelasnya.

Dia mencontohkan, di wilayah Manyar Sabrangan masih banyak penjual yang pakai gerobak, selain itu joga masih ada penjual buah-buahan yang dipikul. (jar/nur)