091216-shows-breaks-taraji-p-henson-hidden-figures-movie-still

 

Perjuangan seorang wanita untuk mendapatkan hak yang setara dengan kaum pria dipelopori oleh Raden Ajeng Kartini. Bukan hanya di Indonesia yang memperjuangkan kesetaraan gender, namun wanita-wanita di belahan dunia lain pun juga pernah memperjuangkan hak mereka hingga akhirnya saat ini wanita dapat dikatakan setara dengan kaum pria.

Untuk memperingati hari Kartini tahun ini, bertempat di Library Lounge, UC Library mengadakan kegiatan Movie Time @ UC Library dengan memutar film “Hidden Figures” pada Jumat (21/4) lalu. Acara yang dimulai pkl. 13.00 WIB ini mengisahkan Katherine Johnson (Taraji P. Henson), Dorothy Vaughan (Spencer) dan Mary Jackson (Janelle Monae) tentang perjuangan tiga orang wanita keturunan Afrika-Amerika yang merupakan orang-orang dibalik layar suksesnya NASA dalam proyek pertama mereka dalam membawa manusia keluar angkasa.

Katherine merupakan ahli matematika yang melakukan perhitungan terhadap pesawat yang akan digunakan pada misi pertama menusia mengorbit ke luar angkasa. Meski tidak banyak diketahui oleh publik, namun perhitungan matematis yang dilakukan merupakan kunci penting dalam misi tersebut. Perjuangan mereka tidaklah mudah, karena di zaman itu, sekitar tahun 1960-an, sikap rasialis warga Amerika terhadap kaum Afrika masih sangat kental dan kuat, dan perempuan masih dipandang sebelah mata kemampuannya. Bukan hal yang mudah menjadi perempuan kulit berwarna, di lingkungan sains, serta pada era awal integrasi kulit putih dan hitam. Mereka harus mendobrak dan menjadi yang pertama.

Nah, nilai-nilai apa saja sih yang dapat kita pelajari dari film “Hidden Figures” ini?

  • EVERYONE’S EQUAL

Ada salah satu adegan yang memorable di film ini, saat Al Harrison (Kevin Costner) melepas tanda “Colored Ladies Room” di toilet kantor, dan dia bilang  Here at NASA we all pee the same color. Bagi Al Harrison, pimpinan NASA, yang terpenting adalah hasil kinerja, dan semua harus menyingkirkan prasangka rasis. Kita semua adalah manusia yang sama, jadi tidak seharusnya ada prasangkan membedakan suku/ras. Setiap orang itu punya perbedaan, dan belajarlah menghormati perbedaan tersebut.

  • PANTANG MENYERAH

Ketiga wanita ini memiliki karakter pantang menyerah dalam mewujudkan mimpi mereka. Katherine harus menghabiskan 40 menit untuk pergi ke kamar mandi, namun hal itu disebabkan karena ia harus berjalan sejauh 1 km untuk pergi ke toilet orang berkulit hitam dan ia harus mengenakan heels. Mary harus datang dari satu pengadilan  dan mengikuti sekolah kelas malam untuk memperjuangkan haknya supaya bisa mendapatkan kuliah tambahan di SMA khusus kulit putih sebagai salah satu syarat menjadi teknisi insinyur di NASA. Dorothy bahkan harus bekerja keras belajar otodidak membaca buku tentang mesin IBM terbaru agar ia bisa tetap bekerja untuk bisa naik pangkat sebagai seorang supervisor karena perkembangan teknologi.

  • KERJA KERAS

Kita harus berani mencoba sesuatu hal yang baru. Dorothy terancam karena NASA mulai menggunakan teknologi terbaru, mesin komputer IBM. Namun Dorothy terus belajar secara mandiri, sampai mengambil buku dari perpustakaan umum (karena buku yang ia cari tidak ada di bagian ‘Colored People’) untuk menguasai mesin-mesin tersebut, sehingga dengan penuh ketekunan, ia dapat menjadi seorang supervisor yang mengawasi langsung dalam departemen teknologi tersebut. Mary yang harus berjuang agar ia bisa menjadi insinyur wanita kulit hitam pertama di NASA. Katherine harus bersabar dan menguatkan dirinya saat ia harus menghadapi orang-orang disekitarnya yang mengasingkannya, bahkan termos untuk ia minum dilabeli dengan cap ‘Colored’. Tapi semua terbayar pada akhirnya. Tidak ada kesuksesan yang diraih secara instan, semuanya harus melalui kerja keras dan rasa lelah.

  • KELUARGA & SAHABAT; PENYEMANGAT NOMOR SATU

Jangan pernah melupakan teman dan keluarga. Saat salah satu dari Katherine, Dorothy dan Mary memiliki masalah, mereka selalu ada satu sama lain untuk memberikan dukungan. Bahkan ketika Dorothy akan dipromosikan dan dipindahkan ke bagian mesin komputer IBM, ia mengajukan syarat bahwa rekan-rekannya yang dulu bekerja sama dengan dia juga ikut bersama dia, yang tentunya mereka semua telah ia ajari bagaimana mesin komputer IBM bekerja. Anak-anak Katherine juga diperlihatkan memberikan semangat kepada Katherine saat ia dalam kondisi lelah karena pekerjaan. Suami Mary akhirnya mendukung pekerjaan istrinya walau sempat pesimis diawal. Keluarga Dorothy juga terlihat harmonis. Di film ini, walaupun ketiga wanita ini bekerja tetapi mereka juga adalah seorang ibu yang harus bisa membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan, dan mereka bisa menjadi contoh buat kita semua. Keluarga adalah orang terdekat kita, dan penyemangat nomor satu buat kita semua.

  • NEVER COMPLAINING

Jangan mengeluh untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita diharapkan. Saat rekan kerja Katherine melakukan hal yang membuat Katherine merasa terdiskriminasi, yang ia lakukan hanya diam, ia tidak mengeluh namun terus bekerja menyelesaikan setiap tugasnya secara professional walau sampai larut malam.

 

Besar harapan UC Library akan muncul Katherine, Doroty, dan Mary yang baru, yang bangkit dari generasi sekarang. Generasi yang tidak lupa akan perjuangan dari Ibu Kartini yang membuktikan bahwa wanita bisa berkarya, berjuang, dan berhasil. Bukan hanya berhasil bagi diri sendiri, namun juga bermanfaat bagi orang-orang sekitar kita, baik itu keluarga, sahabat, teman, rekan kerja, dan siapapun di manapun kita berada.

collage
Suasana nonton bareng di Movie Time @ UC Library; Hidden Figures