
Jika Kuliah Tatap Muka, Prokes Tetap Dijaga
SURABAYA, Pemberian vaksin Covid-19kiandiperkuas. Kalangan pendidik di perguruan tinggi jugamulaimendapatkan suntikan dosis vaksin. Kali ini kalangan pendidik dari Universitas Ciputra menjadi sasaran penerima dosis pertama.
Kemarin (18/3) 12 vial vaksin Sinovac yang diberikan melalui Puskesmas Dibuat kepada pihak kampus. Jumlah vaksin tersebutbisa diberikan kepada 120 orang klasifitas academica yang diundang.
“Sebelumnya memang sudah diberi undangan. Jika adayang tidak datangatau tidakmememahi syarat, segeradiganti dengan oranglainyanghadir di kampus” ucap Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Universitas Ciputra dr Imelda Ritunga MMed.Ed.
Dia menuturkan, vaksin yang dari puskesmas memang harus habis sehingga pihaknya juga harus mencari tempat dengan cepat. Vaksin tidak boleh tersisa agar tidakada penyimpanan sisa dan fungsinya tetap maksimal. sejak bulan lalu. Lokasi yang digunakan cukup luas sehingga tak ada kerumunan antrean. “Begitu dari Dinkes Surabaya sudah ada jadwal, kami siap juga memastikan alur dari pos pendaftaran hinggapemantauan KIPI (kejadian ikutan pascaimunisasi) tak membuat peserta bepapasan satu sama lain.
Penyelenggaraan vaksinasi memang laksanakan, ucap Laij Victor Effendi, wakil rektorll bidang operasional UC. Pihaknya.
Proses vaksinasi dilakukan seperti pada pada umumnya. Untuk tambahan proses skrining, penerima vaksin juga diukur berat dan tinggi badannya. “Untuk melihat apakah mengarah ke obesitas atau tidak,” SPOG, anggota Satgas Penanganan.
Jika tenaga kependidikan dan dosen Universitas Ciputra (UC) telah divaksin, lain halnya dengan Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS). Hingga kemarin, dari universitas yang memiliki delapan sambung dr Salmon Charles PT. Siahaan Covid-19 Universitas Ciputra. jajaran tenaga kependidikan dan dosen fakultas itu belum mendapatkan vaksin.
Kepala Biro Administrasi dan Kema- hasiswaan Humas (BAKH) UWKS Andi Aruji menuturkan, pihaknya telah mengirimkan sekuruh tenaga kependidikan dan dosen untuk mendapatkan vaksin. Jumlahnya sekitar 600 orang. Pendaftaran dilakukan sejak akhir Februari.
Andi menyebutkan, pihaknya akan berkoordinasi dengan puskesmas yang menaungi wilayah universitas. Yaitu, Puskesmas Dukuh Kupang yang kebetulan berlokasi di sebelah kampus Dia berharap, seluruh dosen dan tenaga kependidikan bisasegeramendapatvaksinasi. “Semakin cepat vaksin diberikan, berarti harapan belajarhuring jugamakin dekat,” ucap Victor.
Meski vaksin sudah diberikan merata kepadacivitas akademisi dan peserta didik, prokes tetap tak boleh hilang. Harustetap ditaati. “Jumlah orang di dalam kelas tentu masih terbatas Jarak 1,5 meter antarmeja juga tak bolehhilang” jelas Imelda. Pihak kampus tetap harus mengikuti cara untuk kerumunan kerumunan setelah kuliah. (dya / sam / c6 / ady)
Sumber: Jawa Pos. 19 Maret 2021. Hal.15
