Menikmati menu nasi goreng hitam di Legoh Jakarta.
Fransiska Firiana
Loaksi kuliner di Jakarta yang akhir-akhir ini menjadi spot favorit adalah Pasar Modern Santa di Kebayoran Baru, Jakarta. Ya, sejak tahun lalu, lantai atas pasar ini disulap menjadi food court yang dengan gaya kekinian anak muda. Kios-kios berukuran 2 meter (m) x 2 m saling beradu penampilan dan menu. Salah satu gerai yang layak dijajal adalah Legoh. Namanya memang sudah tak asing, sebab gerai ini merupakan cabang dari Rumah Makan Legoh yang berpusat di Bandung dan sudah populer bagi pecinta kuliner.
Di Legoh Pasar Santa, ada banyak menu yang ditawarkan mulai asi goreng, aneka olahan ayam, bebek, ikan lele, dan cumi. Semua itu diolah dengan berbagai cara, ada rica, cabe ijo, goreng tepung (gotep), gotep rica, gotep mentega, gotep cabe ijo, gotep rawit, dan lada gara. “Tentukan selera pedas sendiri, ada pedas santai, pedas mampus, dan pedas super mampus,” kata melati, salah seorang pegawai gerai Lagoh.
Nah, menu yang paling banyak dipesan pembeli di sini adalah nasi goreng hitam yang dibanderol Rp 28.000 per porsi ini memang berwarna hitam. Warna hitam diperoleh dari tinta cumi.
Usai pesan, sekitar 10 menit menanti, nasi goreng hitam tersaji dengan telur mata sapi. Tampilannya sederhana tapi aromanya mengundang. Yang cukup kentara adalah aroma kemangi yang segar.
Ya, nasi goreng berwarna hitam ini memang berkolaborasi dengan hijaunya daun bawang dan daun kemangi yang kecoklatan. Jadi, aromanya wangi.
Ketika sesendok nasi hitam masuk ke mulut, rasa gurih dan pedas menyeruak, membuat Anda tak ingin berhenti menyendok. “Saya baru pertama mencoba, dan rasanya memang enak, mantap. Apabila ada potongan cuminya. Bumbunya pas, tidak keasinan,” kata Wawan Maulana, seorang karyawan swasta di Jakarta.
Tak rahasia
Melati menjelaskan, tak ada bumbu rahasia dari menu nasi goreng hitam ini. Bawang merah dan putih yang dihaluskan kasar ditumis, ditambah dengan cabai sesuai selera pemesan. Lalu masukkan nasinya plus tinta cuminya. Setelah itu baru daun bawang dan daun kemangi ditaburkan. Aduk-aduk sampai nasi tanak dan warna merata. Tak lupa diberi garam secukupnya. “Tinta cuminya dikirim dari Legoh yang di Bandung,” kata Melati.
Menu lain yang bisa dijajal adalah lele lada garam. Lele yang berukuran jumbo, bisa untuk berdua, digoreng dengan tepung. Lalu disajikan dengan cincangan bawang putih goreng dan irisan cabai rawit. Begitu saja? Ya, tapi ternyata panduan lele, bawang putih goreng, dan cabai rawit mentah itu cocok sekali. Pas untuk menemani nasi yang masih hangat. Harganya, Rp 29.000 per porsi.
Ingin mencoba? Langsung saja ke Pasar Santa. Legoh buka hari Selasa – Minggu, jam 11 pagi hingga 9 malam.
Sains dalam Setiap Kelezatan Sajian
Berada di dalam area Lippo Mall, Kemang Village, Jakarta, COLONIAL Cuisine & Molecular Casual Dining menawarkan suasana industri 1930-an dengan pemandangan matahari terbenam menjadi hiasannya.
Sesuai dengan tema desain dan nama restorannya, COLONIAL menawarkan perpaduan Science, Cozy Ambience dan Makanan dari bahaan segar dan berkualitas sehingga memberikan pengalaman dan rasa tersendiri .
Setibanya kita duduk di meja Complimentary Bread akan di disediakan. Rotinya sendiri lembut dan wangi dengan Herbs Butter menjadi pendampingnya. Menu makanan yang ditawarkan sendiri bervariasi, dari ala Perancis, Amerika, hingga Asia. Para Vegetarian pun dapat menikmati makanan ala Molecular dengan disediakannya menu Vegetarian.
Escargot A’La Bourguignonne menu siputyang disajikan langsung dari dalam tempurungnya yang diimport langsung dari Perancis memberi warna tersendiri pada menu pembuka. Penataan yang cantik dengan aroma yang wangi pun turut mengundang selera.
Australian Lamb Fore Shank “Sous Vide 72 Hours” merupakan daging domba yang disajikan bersama dengan Aubergine Caviar dan Potato Gnocchi yang bisa menjadi piilihan untuk menu makanan utama. Pork Belly Kurobuta “Sous Vide 36 Hours” atau PanSeared Australian Grainfed Ribeye yang dimasak menggunakan Teknik “Sous Vide” yaitu Teknik memasak dengan menggunakan Computer Controlled Waterbath Circulator juga merupakan pilihan yang tepat.
Untuk makanan penutup COLONIAL menawarkan banyak pilihan menu classic yang sudah di “Rekonstruksi Ulang” dari versi aslinya. Valrhona Manjari Chocolate dan “Cacing” yang terbuat dari strawberry segar, Basil- Vanilla Panna Cotta disajikan dengan “Beetroot Sponge” yang dibuat dengan nitrogen selama 48 detik serta Souffle yang mempunyai rasa yang berbeda setiap harinya.
Colonial pun menawarkan minuman beralkohol yang dibuat konsep Molecular Mixology. Seperti melakukan eksperimen di laboratorium dengan materi yang sama dengan cocktails lainnya, tapi kita akan mengalami sebuah pengalaman baru. Blody Marry, Traffic Light, Baby Blue, Fancy Snow Ball, Hemoglobin Molecules atau B52M merupakan beberapa pilihannya.
Tertarik? Bagi yang memiliki kartu kredit ANZ, jangan lewatkam potongan harga sebesar 15% hingga 29 Februari 2016. Selamat menikmati
Sumber : Tabloid Kontan 14-20 September 2015

