Makin banyak tempat makan yang menyajikan suasana kampung di kawasan Jabodetabek. Salah satunya adalah Piring Kaleng di Depok.
Tenang dan lega, demikian gambaran suasana yang tergambar ketika sampai di Piring Kaleng, Depok, Jawa Barat. Sekalipun di pinggir jalan, tidak terasa bising. Mungkin karena areanya luas hingga mampu meredam suara kendaraan di Jalan Raya Jatimulya, Cilodong, Depok.
Bangunan berbentuk joglo lalu-lalang dengan penerangan kuning itu sangat nyaman. Suasanya, terasa seperti kita memasuki rumah kerabat di kampung. Kursi kayu bergaya jadoel ditata rapi. Bangunan sederhana, seadanya interior, namun nyaman untuk duduk berlama-lama.
Tak ketinggalan dekorasi cantik yang mewakili nama Piring Kaleng. Dua papan tinggi yang berisi tempelan piring-piring berbahan kaleng atau dengan warna dan corak yang khas menjadi hiasan di tengah dan pinggir warung. Hiasan itu mendominasi suasana warung yang bernuansa kayu.
Bangunan berluas sekitar 200 meter persegi itu didesain semi permanen. Bagian depan dinding untuk area tamu. Bahan berbahan GRC untuk toilet dan dapur. Sekalipun berbahan ingat rumah mertua di Jogja. Joglo terbuka tanpa gian belakang berupa bangun GRC, namun tetap ada sentuhan jadul hiasan jendela sisir.
“Pas ke sini langsung rapi dan Joglo sederhate enak buat nyantai,” kata Simon Manalu, tika pandemi seperti sekarang. sekitar 60 orang itu punya jarak hingga 1,5 meter. “Pengunjung nya datang dan pergi. Jadi tidak begitu ramai gitu,” kata Simon yang sudah beberapa kali saya nyambangi Piring Kaleng. Adem, Suasananya pengunjung Piring Kaleng.
Simon bilang, bangunan yang meja satu dengan yang lain, warung dengan kapasitas terbuka dan jarak antara jauh sehingga nyaman ke antar meja itu sekitar 1 meter rindu kampung, menunya pun mengingatkan pung, tempe tepung goreng, pisangat mendukung karena pada rumahan. Ada nasi goreng Selain suasananya jadi obat menu sang goreng, ubi goreng, dan singkong goreng. Minuman ada wedhang uwuh, bir plethok, kopi tungku, dan teh tungku. Kopi dan teh disajikan dengan poci atau teko berbahan tanah liat. Sementara makanannya disajikan dengan enamel piring.
Teh di atas tungku
Sebenamya, makan yang ternasi ayam goreng, mi goreng. sedia masih banyak. Ada paket dan roti bakar dengan aneka toping. Mereka juga menyediakan aneka smoothie. “Menu di sini juga cocok plus komplit. Buat kami orang tua ya cocok minum kopi atau teh tungku. Nah, anak-anak bisa roti bakar,” ujar Ester Manalu. pesen smoothie plus nyemil.
Biar tidak penasaran, menu yuk co ba di Piring Kaleng.
Menu yang wajib dipesan goreng kampung. di sini. Adalah nasi nilah menu favorit suai namanya, nasi goreng di Piring Kaleng bener-bener kampung banget, citarasa nasi goreng zaman dulu dengan bumbu alakadarnya. Tak ada aroma bawang putih atau sentuhan saos, kecap asin, merica, atau bumbu lain. Yang tercium hanya aroma gurih. Bumbunya hanya sebatas bawang merah, garam, dan penyedap rasa. Simpel banget. Warnanya juga kuning kecoklatan hasil dari tambahan telur. Topingnya hanya bawang goreng dan kerupuk. Anda bisa menambahkan telur dadar atau telur ceplok. Sajikan dengan piring kaleng berukuran sedang. Nasi goreng ini bisa dipesan pedas atau tidak pedas. “Nasi goreng tidak pedas di sini nggak ada pedasnya lada, cocok untuk anak-anak,” jelas Ester.
Sebagai teman ngobrol, Anda bisa pesan pisang goreng dan singkong goreng. Kedua kerabat ke Penyajiannya unik dan cocok banget jadi teman makan gorengan. Daun teh bercitarasa melati diseduh dalam poci. Tagihan nyemilin dan disajikan dengan gula semut.
Untuk minumannya, pengunjung di Piring Kaleng paling senang memesan teh tungku. sajikan terpisah dengan gula batu. Poci itu disajikan di atas tehnya semakin kuat. Panas, manis, kental, dan ada sensasi selima cangkir. ngat lainnya, Anda bisa pesan wedang uwuh atau bir plethok Bir plethok merupakan minuman khas betawi yang berbahan baku jahe.
Kalau mau nyicip bir plethok harus siap-siap dengan sensasi pedasnya jahe, ya. Tungku lengkap dengan bara apinya. Jadi bisa bertahan panas untuk beberapa waktu. Padukan tubruk dengan gula batu membuat citarasa pat pada tehnya. Nikmat banget. Satu pocinya, bisa untuk Kalau mau yang hangat-hangat.
Tertarik mencoba?
Harga Murah
Untuk mengakses warung Piring Kaleng, sangatlah mudah. Bila dari arah Depok, dari Stasiun Depok Lama Anda masuk ke kawasan Grand Depok City (GDC) sampai mentok keluar kawasan GDC. Ambil jalur kiri dan sekitar 500 meter, Anda akan menemukan Piring Kaleng di sisi jalan. Hanya butuh waktu sekitar 10 menit dari Stasiun Depok Lama.
Mudah dicapai, suasana dan warung nyaman, menunya nikmat, dan yang ramah banget di kantong. Ya, jangan takut tepos kantong kalau makan di Piring Kaieng. Nasi goreng kampung plus telur ceplok saja cuma Rp 14.000 per porsi. Kalau tanpa telur, seporsinya cuma Rp 10.000. Singkong goreng dan pisang goreng masing-masing Rp 8.000 per porsi untuk dua orang. Murah banget.
Sedangkan harga minuman hanya di kisaran Rp 3000-Rp 15.000. Teh tungku untuk 5 cangkir, hanya Rp 12.000. Kalau mau refil gula batu gratis. Wedang uwuh segelasnya Rp 9.000. “Bener-bener ramah banget di kantong tapi nikmat. Suasana enak, menu enak, harga murah, ujar Simon Manalu, konsumen Piring Kaleng.
Kalau Anda tertarik mencoba suasana kampung. Warung ini buka mulai jam 10 pagi sampai jam 21.00. Tapi jangan jangan Hari Kamis ya, soalnya warung ini tutup saban Kamis.
Nah, warung ini selalu ramai kala malam minggu. Sementara di lain hari itu biasanya pengunjung datang dan pergi Area parkirnya luas. Aman untuk yang datang membawa mobil.
Sumber: Tabloid Kontan.1 Februari – 7 Februari 2021. Hal.24

