Olah Biji Pepaya Jadi Teh dengan Banyak Khasiat
Jawa Pos. 3 April 2024
SURABAYA – Namanya Cariteh. Sebuah teh yang berasal dari biji pepaya buatan mahasiswa International Business Management Regular Class (IBM RC) Universitas Ciputra (UC). Banyaknya biji pepaya di kawasan Jawa Timur (Jatim) yang dibuang begitu saja membuat Calvin Chandoko bersama timnya tertarik mengolahnya agar bisa dikonsumsi dan lebih berguna.
Calvin bercerita, di daerah asal tempat tinggalnya di Jawa Tengah (Jateng), biji pepaya sudah sering dimanfaatkan. Khususnya dibuat untuk obat. Lebih banyak dipakai kayak buat jamu-jamu gitu atau dijual dalam bentuk kering,” kata ketua kelompok tim pengolah biji pepaya tersebut.
Namun, saat berkuliah di Surabaya, dia sering menjumpai toko-toko swalayan menjual buah pepaya potongan yang bijinya sudah dibuang. Dari sanalah ide itu muncul. Terlebih untuk menjawab tantangan inspiring business saat dia masih menjalani perkuliahan semester pertama.
Dari semester ke semester, Calvin beserta timnya terus mengembangkan pengolahan biji pepaya. Sampai akhirnya, mereka menemukan bahwa biji pepaya ternyata tetap aman jika dikonsumsi bareng teh.
“Riset yang kami lalui cukup panjang. Mulai jurnal, konsul ke dosen, sampai konsul ke food technologist. Dan, ternyata biji pepaya tidak apa-apa jika dikonsumsi bersama teh secara hangat karena sama-sama kaya antioksidan dan punya banyak manfaat,” jelasnya. Mulai dapat menghilangkan kolesterol, mengurangi lemak, hingga melawan kanker.
Prosesnya dibuat berbeda. Mula-mula biji-biji pepaya itu disangrai. “Ini dilakukan biar kering dan nggak ada zat airnya lagi. Kalausudah, baru bijinya diblender,” terangnya sambil menunjukkan pembuatannya saat ditemui di kampus kemarin (2/4). Kemudian, biji pepaya diekstrak ke dalam teh dengan beragam rasa.
Clivyne E. Charles, anggota lainnya, menjelaskan bahwa sejauh ini Cariteh buatan mereka beberapa kali diikutkan pameran dan dipasarkan secara online. (ama/c14/may)

