https://beritajatim.com/pendidikan-kesehatan/universitas-ciputra-latih-warga-munggugianti-gresik/

Surabaya (beritajatim.com) – Wakil Rektor I Universitas Ciputra Surabaya, Prof Christina Whidya Utami bersama timnya memberikan pelatihan pengolahan limbah kain perca di Desa Munggugianti, Benjeng, Gresik.

Harapannya, dari pelatihan itu masyarakat, khususnya ibu-ibu bisa memanfaatkan limbah menjadi barang berharga. Tentunya, hal itu juga akan berdampak pada perekonomian di Desa Munggugianti.

“Langkah sederhana namun dampaknya luar biasa. Limbah perca yang banyak ditemui di desa Munggugianti, Gresik bisa diubah menjadi barang ekonomi yang juga bisa menambah perekonomian keluarga,” ujar Prof Utami, Rabu (15/2/2023).

Ia mengungkapkan, bahwa sebenarnya pengolahan kain perca di desa setempat sudah ada. Hanya saja, inovasi produk dan pengembangan bisnis belum terlihat. “Tugas kita untuk ikut ambil bagian dalam pengembangannya,” katanya.

Prof Utami menambahkan, bahwa untuk memasarkan produk harus jemput bola, dan tidak bisa hanya mengandalkan pembeli datang. “Secara aktif produk akan dijual melalui e-commerce. Hari ini ibu-ibu peserta diberikan pelatihan tersebut,” katanya.

Sementara itu, anggota tim, Yoseva Maria Pujirahayu Sumaji menjelaskan, dalam pelatihan ini masyarakat mampu mengolah kain perca menjadi sarung bantal dan selimut. Di situ, ibu-ibu diberikan pelatihan oleh dosen Fashion Produk Design.

“Ibu-ibu diajarkan bagaimana memilih perca dari jenis kain, dari motif sehingga saat digabungkan akan menampilkan produk yang apik. Paduan warna pun menjadi perhatian. Walaupun berbahan kain perca, tapi nilai estetiknya tinggi sehingga punya nilai ekonomis,” ungkapnya. [ipl/ted]