Surya 17 November 2013.Hal.1,7

Berbekal keberanian, tiga mahasiswa semester 5 Fakultas Bisnis, Universitas Ciputra, –Hadi Kurniawan, Moch. Afiev Dewanta, dan Donny Drestanta–, memulai bisnis pentol. Setelah 1,5 tahun berjalan, sudah ada 18 gerai franchise yang di buka, dan tak lama lagi akan ekspanis ke papua.

Pentol Arcip yang kepanjangan dari Arek Ciputra kini bisa di temukan dengan mudah di Surabaya maupun Gedangan, Sidoarjo. Berbeda dengan pentol kebanyakan yang berisi daging ayam atau sapi, pentol arcip ini berisi udang dan keju. Sementara bumbunya, sambal kacang dan kecap sambal.

Cara penyajiannya pun lebih elegan dengan menggunakan paper cup yang biasa dipakai di restoran cepat saji.

Per cup mereka menjualnya Rp 5.000 hingga Rp 7.000 dengan harga per biji Rp 250.

Rasanya yang nikmat, membuat pentol ini mudah diterima masyarakat. Tak kurang 18 gerai telah mereka buka di mal, mini market, maupun di jajakan di jalan dengan menggunakan becak motor dan sepeda motor.

Usaha ini semakin berkembang dengan rencana mereka memperluas hingga ke Papua.

Diungkapkan Donny, beberapa waktu lalu ada seseorang pengusaha restoran asal Papua yang datang padanya hanya untuk mencicipi produknya. “Dia tau dari promosi via facebook kami. Dia hanya datang untuk mencicipi, setelah itu pulang,” ungkap alumni SMA Muhammadiyah 2 pucang Surabaya ini.

Dari tester yang di berikan ternyata mampu memuaskan calon pelanggannya itu. It tertarik karena produk Donny  dkk bersih dalam pembuatan maupun penyajiannya. “Kemarin sudah deal dan akan dilauncing Desember 2013 nanti,” ungkap Donny dengan wajah berbinar.

Rencananya, pentol Arcip akan di kirim dalam kondisi beku (frozen) sehingga bisa bertahan hingga seminggu. “Kalau di Papua tentu harganya berbeda karena ada ongkos kirim. Disana akan di jual Rp 10.000 hingga Rp 13.000 per cup,” terangnya.

 

 

 

 

Mata Kuliah Kewirausahaan

Bagai mana bisnis ini bisa berkembang pesat? Menurut Donny, tak mudah untuk bisa di level ini.

Dia dan teman-temannya harus merintis dari nol dengan berjualan pentol keliling memakai sepeda dari satu sekolah ke sekolah lain. “itu saat kami masih sumester 2 karena memang ada mata kuliah kewirausahaan yang menuntut kami membuat usaha,” kata Afiev.

Merekapun membagi tugas. Afiev kebagian menjajankan pentol dari sekolah ke sekolah, donny kebagian manajemen dan Hadi bertugas memperluas  usaha dengan menggaet investor.

Hasilnya, hanya dalam beberapa bulan sudah ada 18 rekan yang bekerjasama dengannya. Dan sudah ada 20 karyawan yang dI pekerjakan.

“tak sulit kok untuk ikut franchise kami. Hanya dengan Rp 5 juta sudah dapet rombong. Freezer, seragam pegawai, standar oprasional prosedur (SOP) dan training pegawai. Untuk di luar pulau, pengirimannya di tanggung sendiri,” terangnya.

Donny meyakinkan, usaha ini cukup menjanjikan. Perhari ketika kondisi ramai per rombong mampu menghasilkan omzet Rp 1 juta hingga Rp 1,5 juta.

“Tetapi kalau sepi paling dapat Rp 300.000 sampai Rp 500.000,” kata Donny Drestanta saat di temui di kampusnya belum lama ini.

Mereka masih memiliki target memperluas usahanya. Dan itu asih terbuka lebar. “Target kami anak-anak sekolah karena memang produk kami ini aman, tanpa boraks. Kalau ini bisa di buka ke sekolah-sekolah tentu semakin berkembang,” kata Donny.

Selain perluasan usaha, mereka juga mengembangkan inovasi produk. Renyananya, mereka membuat pentol rasa kare dan pentol warna pink dari bahan alami. “sedang kami coba terus. Sudah jadi tetapi rasanya belum sreg,” katanya.

Usaha yang di kembangkan Donny dkk ini mendapat apresiasi dari Universitas Ciputra dengan memberikan penghargaan The Best Scale-up Business in Strategic Direction.

Mereka mendapat dana Rp 10 juta plus mentoring dan networking khusus dari para direksi Ciputra Group selama 3 bulan.

Selain mereka, UC juga menganugrahkan The Best Scale-up Business in Family Business kepada Wilson Philip Liem dengan produk pengganti kayu “Bye Wood”. Serta Ayu Brenda yang meraih The Best Scale-up Business in Opportunity Creation atas produk rombong/ gerobak yang di beri nama Mr Golden.

 

Sumber: Surya 17 November 2013