Klik berita : 

https://www.rri.co.id/iptek/410042/optimalkan-pendapatan-warga-dengan-pemanfaatan-limbah-pakaian

KBRN, Surabaya : Lima belas mahasiswa ilmu komunikasi dan fashion product design pagi ini menyelenggarakan program SANDANG TERPANDANG di Balai Desa Desa Bungurasih, Waru Sidoarjo. Program ini merupakan program penguatan kapasistas organisasi kemahasiswaan yang berhasil mendapatkan pendaaan dari DIKTI. Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Desa Bungurasih (Bapak Eko Yulianto), Bendahara Desa (Bapak Ari), sekretaris desa (Bapak Nugroho), dan beberapa perangkat desa lainnya.

Hadir juga dari pihak Universitas Ciputra Surabaya yaitu Wakil Rektor bidang Kemahasiswaan dan pengembangan, Prof. Jenny Lukito Setiawan; Kepala Biro Kemahasiswaan, Ibu Novi Rosita; dan Ketua Pelaksana PPK Ormawa Universitas Ciputra, Dr. Jony E. Yulianto, pembina kemahasiswaan yaitu Ibu Ciawita Lautama dan Ibu Louisa Hartanto.

Dr. Jony E. Yulianto menjelaskan bahwa ada 10 orang penjahit dari Desa Bungurasih yang mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah pakaian untuk diubah menjadi produk inovatif berupa baju untuk hewan peliharaan, seperti anjing dan kucing.

“Mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Fashion Product Design berkolaborasi dalam melaksanakan pelatihan ini. Sudah 4 bulan mendampingi ibu-ibu penjahit di Desa Bungurasih dalam membuat pakaian hewan dan kemudian telah menjualnya di bazaar-bazaar di Galaxy Mall,” terang Jony.

“Dalam kesempatan ini, kelompok mahasiswa melakukan evaluasi kegiatan bazar yang berhasil menjual 130 produk pakaian hewan tersebut. Evaluasi dan sekaligus membagi hasil penjualan kepada ibu-ibu penjahit,” imbuhnya.

Fiorella, mahasiswa yang menjadi ketua program Sandang Terpandang menjelaskan bahwa program ini memberikan suatu kesempatan yang besar untuk bisa berkontribusi bagi warga Bungurasih.

“Saya bangga bisa membuat ibu-ibu jadi bisa menjahit dan menjual baju hewan. Semoga Bungurasih Handmade bisa berlanjut dan menjadi salah satu pendapatan bagi masyarakat”, terangnya.

Natasya salah satu mahasiswa anggota tim mengaku bangga dan  senang bisa langsung berinteraksi dengan Ibu-ibu penjahit, melakukan kegiatan pengabdian yang berguna, bahkan belajar menerapkan ilmu langsung dilapangan. Hal senada disampaikan oleh Ibu Yansih salah satu peserta bahwa sangat senang dan bersyukur ada adik-adik mahasiswa yang dengan sangat sabar dan telaten dalam mendampingi selama pelatihan.

“Saya salut karena mahasiswa benar-benar membimbing dari awal pelatihan dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi kami,” ujarnya.

Lebih lanjut Jony memaparkan bahwa kegiatan ini ditujukan untuk memperkenalkan potensi Desa Bungurasih sebagai desa kreatif melalui brand Bungurasih Handmade.

“Mahasiswa melakukan survey untuk mengenali potensi besar warga desa, dan ternyata sebagaian besar pintar menjahit. Lalu, kelompok mahasiswa mulai menyusun program untuk membantu kelompok penjahit lokal dapat menghasilkan produk  inovatif dengan nilai ekonomis tinggi berbahan limbah pakaian, sampai  membuat branding desa, “paparnya.

Kegiatan ini telah terbukti meningkatkan penghasilan warga lokal.

“Saya berharap brand Desa Bungurasih sebagai desa kreatif semakin kuat. Selain itu, agar di masa depan, ada kolaborasi lain antara mahasiswa dan warga desa untuk mengoptimalkan potensi desa dan pendapatan warga melalui program inovatif lainnya,” pungkasnya. (OA)