Sesuatu yang lawas tak selalu harus ditinggalkan. Sebab, ada hal-hal dari masa lalu justru kerap dirindukan dan dicari. Semisal, perabotan rumah tangga klasik atau kuno yang masih banyak dicari sebagai elemen ornamen rumah.
HAL-HAL berciri vintage kini merebak kembali. Di rumah, gaya ini tecermin pada warna cat; motif benda yang berbahan dasar kain seperti gorden, pelapis sofa, atau seprai, perabot, dan tegel warna-warni.
Gaya vintage dikaitkan dengan berbagaiide yang mendukung. Warna-warna solid yang tegas dan komposisi pop art yang berani kini mendominasi gaya retro dalam sebuah ruangan atau bangunan. Gaya ini pun bisa dipadukan dengan tampilan American Country yang bisa hadir lewat pemilihan kap lampu, hiasan dinding, sarung bantal, atau selimut bermotif bunga.
Di pedesaan Amerika atau di Eropa, interior bergaya country vintage cukup lazim. Kebanyakan rumah di daerah tersebut mengalihfungsikan benda sehari-hari sebagai elemen interior, misalnya ember kaleng untuk tempat bunga.
Potongan kain bekas pun bisa dimanfaatkan menjadi selimut atau hiasan dinding dengan teknik patchwork. Dalam teknik ini, tabrak motif dan warna justru dianjurkan selama masih dalam satu kesatuan tone dan tampak senada. Kain pelapis berbagai furnitur dan dekorasi bermotif bunga dengan detail sulaman juga menjadi salah satu citi tema country.
Adaptasi gaya vontage juga diaplikasikan lewat penggunaan material kayu atau kaleng, pemilihan warna yang lembut dan pudar, serta benda-benda yang terlihat usang dan tua. Alih-alih memakai meterial plastik atau buatan pabrik, penggemar vintage lebih suka yang buatan tangan dan terasa klasik. Kadang, semakin berkarat atau mengelupas cat pada sebuah benda, para pemburu barang-barang dari masa lalu merasa impresi vintage kuan kuat.
Rumah yang didesain dengan konsep lawas kerap terasa unik dan berkelas. Lebih dari itu, ada memori-memori masa lali yang emberi “nyawa” pada ruangan. Tak ayal, yang usang pun kini kembali populer. [*]
Sumber : Kompas.26-Januari-2018.Hal.18

