Ide Kreatir Kanang
Bupati Ngawi Budi Sulistyono semakin kreatif untuk bisa mengangkat popularitas pariwisata di daerah Kabupaten Ngawi. Suasana Tradisi, aura mistis dan kandungan sejarah yang dalam, adalah salah satu hal yang tidak mungkin dilepaskan. Hal ini bisa disaksikan dalam perhelatan Benteng Pendem Night Artnival di Kabupaten Ngawi yang dilaksanakan Sabtu 8 April 2017 mendatang. Momentum tersebut akan menjadikan ajang pembuktian inovasi yang telah dilakukan untuk memoles sektor pariwisata.
Perkembangan Benteng Pendem menjadi salah satu destinasi wisata ini tak lepas dari ide kreatif dan upaya Bupati Ngawi Ir. H. Budi Sulistyono atau acap disapa Kanang, selama bertahun-tahun selama sejak masa jabatannya di periode pertama (2010-2015) Kanang getol memperjuangkan Benteng Van Den Bosch menjadi salah satu ikon Pariwisata Kabupaten Ngawi. Bukan itu saja, Kanang juga menjadikan Benteng Pendem sebagai salah satu tempat andalan pemerintah dalam memajukan pariwisata. Beberapa grup band terkenal juga sudah pernah perform di Benteng Pendem diantaranya Sawung Jabo. “Ngawi Perform Festival 2017 ini akan menghadirkan Band Jazz legendaris Krakatau Reunion menjadi band kedua yang akan perform di Benteng Van Den Bosch,” ujar Kanang, Bupati Ngawi.
Benteng Pendem Sendiri merupakan nama lain dari Benteng Van Den Bosch, salah satunya peninggalan pemerintahan Belanda di Ngawi yang dibangun 1839-1845. Lahannya yang luas, di lingkupi bangunan megah yang menjulang, memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung benteng ini. Lokasi ini merupakan salah satu destinasi andalan bagi pariwisata dan junjungan untuk mereka yang gemar fotografi.
Visit Ngawi 2017 di canangkan Pemkab ngawi dan di impikan Kanang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat diandalkan dari sisi pariwisata. Karena itu, siapun melanjutkan program-program yang menjadikan Kawi Ramah sudah disosialisasikan sejak 2010. “Kami bangga Ngawi bukan hanya terkenal dengan kandungan sejarah dan keindahan alamnya, namun kesantunan, gotong royong, guyub rukun, dan keramahan masyarakatnya juga kami utamakan, itulah mengapa slogan Ngawi dimana-mana adalah Ngawi RAMAH,” katanya
Sumber : Kompas, 6 April 2017, Hal.21
Bupati ngawi budi sulistyono semakin kreatif untuk bisa mengangkat popularitas pariwisata di daerah kabupaten ngawi. Suasana tradisi, aura mistis dan kandungan sejarah yang dalam adalah salah satu hal yang tak mungkin dilepaskan. Hal ini bisa disaksikan dalam perhelatan benteng pendem night artnival di kabupaten ngawi yang dilaksanakan sabtu 8 april 2017 mendatang. Momentum tersebut akan menjadikan ajang pembuktian inovasi yang telah dilakukan untuk memoles sektor pariwisata.
Perkembangan benteng pendem menjadi salah satu destinasi wisata ini tak lepas dari idea kreatif dan upaya bupati ngawi ir. H budi sulistyono atau ucap disapa kanang. Selama bertahun-tahun sejak masa jabatannya di periode pertama (2010-2015) kenang getol memperjuangkan benteng van den bosch menjadi salah satu ikon pariwisata kabupaten ngawi. Bukan itu saja, kanang juga menjadikan benteng pendem sebagai salah satu tempat andalan pemerintah dalam memajukan pariwisata. Beberapa grup band terkenal juga sudah pernah perform di benteng pendem diantaranya sawung jabo. “ngawi perform festival 2017 ini akan menghadirkan band jazz legendaris Krakatau reunion menjadi band kedua yang akan perform di benteng van den bosch,”ujar kanang bupati ngawi.
Benteng pendem sendiri merupakan nama lain dari benteng van den bosch, salah satu peninggalan pemerintahan belanda di ngawi yang dibangun 1839-1845. Lahannya yang luas dilingjupi bangunan megah yang menjulang memberikan kesan tersendiri bagi pengunjung benteng ini. Lokasi ini merupakan salah satu destinasi andalan bagi pariwisata dan jujungan untuk mereka yang gemar fotografi. Visit ngawi 2017 dicanangkan pemkab ngawi dan diimpikan kanang menjadi salah satu sumber pendapatan daerah yang dapat diandalkan dari sisi pariwisata. Karena itu, diapun melanjutkan program-program yang menjadikan ngawi ramah sudah disosiasikannya sejak 2010. “Kami bangsa ngawi bukan hanya terkenal dengan kandungan sejarah dan keindahan alamnya, namun kesantunan gotong royong, gayub rukun dan keramahan masyarakatnya juga kami utamakan, itulah mengapa slogan ngawi dimana-mana adalah ngawi ramah,”katanya.
Sumber: Kompas 6 april 2017 halaman 21

