Surabaya – berbisnis sejatinya bisa dilakukan sehak kuliah. Sebagai upaya mendongkrak minat berwirausaha, Universitas Islam Sunan Ampel (UINSA) Surabaya mengadakan Pameran 101 Produk Berkah Mahasiswa UINSA. Kemarin (30/5) kegiatan yang dirangkai dengan seminar bertajuk Ngabuburit Preneur itu menghadirkan Dahlan Iskan dan dosen S-2 Universitas Ciputra David Sukardi Kodrat.
Sebelum memberikan materi dalam seminar, Dahlan berinteraksi dengan peserta pameran. Dari stan berupa produk makanan, jasa hingga, kerajinan tangan. Dahlan mengapresiasi karya mahasiswa tersebut.
Bahkan, mantan menteri BUMN itu bertanya secara mendetail di beberapa stan dengan produk unik. Terutama tentang sumber ide produk yang panjang. Misalnya, ketika mengunjungi stan Techo alias tempe cokelat. Produk inovasi dari 4 mahasiswa program studi manajemen dakwah tersebut menarik perhatian Dahlan. “Kok bisa kepikiran tempe dicampur dengan cokelat?” tanyanya heran.
Niken Mufidah, salah seorang inovator Techo, menerangkan bahwa ide itu bermula dari proyek mata kuliah manajement aset dan entrepreneurship. Dari sana, Niken dan teman-teman sekelompoknya berpikir membuat produk usaha. Kebetulan, ada anggota kelompok yang merupakan anak produsen tempe.
Niken dkk memutar otak untuk mencari keunikan tersendiri. Salah satunya mencampur cokelat dengan tempe. “Sudah percobaan sepuluh kali, baru berhasil ini,” kata mahasiswa semester IV tersebut.
Ketika membekali mahasiswa dalam seminar, Dahlan mengingatkan mereka untuk berani mengawali usaha. “Bagus sekali jika sudah ada keberanian memulai,” ujarnya. Selain itu, Dahlan memotivasi para mahasiswa agar terus berani mengembangkan usaha.
Sementara itu, David memaparkan trik melakoni start-up. “Idenya harus wow,” tegasnya. Maksudnya, lanjut dia, ide sebuah usaha mengejutkan, personal, dan berkelanjutan.
Mohammad Ilham, dosen pengampu mata kuliah manajemen aset dan entrepreneurship, mengatakan bahwa pameran tersebut merupakan pengganti UAS (Ujian Akhir Semester). (kik/c7/nda)
Sumber: Jawa Pos, 31 Mei 2017 Hal 33

