sumber:https://www.rri.co.id/iptek/735973/pameran-60-poster-model-bisnis-global-universitas-ciputra-surabaya

Pameran 60 Poster Model Bisnis Global Universitas Ciputra Surabaya

4 Juni 2024

Oleh: Ony Arianto     Editor: Rini Rustriani Lesti Handayani

KBRN, Surabaya : Tidak kurang dari 60 Poster Model Bisnis Global lengkap dengan Strategi pemasaran dipamerkan di Corepreneur Universitas Ciputra (UC) Surabaya. Dr. Romauli Nainggolan, S.E., M.Si., CFDM., Dosen International Business Management Universitas Ciputra, memaparkan bahwa pameran ini diikuti oleh mahasiswa semester 2 di mata kuliah International Business yang dikerjakan secara berkelompok (tiap kelompok beranggotakan 3-5 orang) .

“Dalam poster, tiap kelompok menyajikan hasil research-nya mulai dari produk pilihan, negara tujuan, budaya negara tujuan dan desain strategi praktis untuk mencapai tujuan bisnis global.

Pameran ini merupakan bagian proses belajar dengan metode Project Based Learning. Sehingga bisa mengasah kejelian mahasiswa dalam melihat peluang perdagangan internasional. Mahasiswa juga diharapkan mampu membuat rancangan strategi bisnis global yang nantinya bisa diwujudkan sebelum maupun setelah lulus S1,”ucap Romauli.

Romauli mengaku peran dosen adalah membuka wawasan mahasiswa seperti tentang budaya negara negara tujuan, kebijakan ekonomi dan moneter negara tujuan dan beragam strategi yang menjadi acuan dalam merancang bisnis globalnya.

“Kami memperluas wawasan mahasiswa dengan metode research berbasis empiris sederhana sehingga mahasiswa mendapat Gambaran tentang bisnis global. Selain wawasan, kami juga mulai membentuk pola pikir bisnis global mahasiswa. Nah, ini penuh tantangan, karena mahasiswa yang ikut mata kuliah ini masih duduk di semester 2,”ujar Romauli, Selasa (4/6/2024).

“Mahasiswa diberikan kebebasan dalam explorasi produk pilihan, negara tujuan,  budaya negara tujuan dan strategi pemasaran yang diterapkan dalam bisnisnya. Sebagian besar mahasiswa memilih produk-produk Indonesia sebagai komoditasnya, Beberapa contoh ide bisnis menarik yang disajikan oleh mahasiswa yaitu  Kayu gaharu (pewangi) di ekspor ke Arab Saudi, Briket yang di ekspor ke negara Yordania, Kain tradisional sumba ke Negara Prancis, produk lokal to global,” ucap Roma.

Glenn Ariel Frederick Sentosa, ketua kelompok bisnis Kain Tradisional Sumba, menjelaskan alasan memilih kain sumba karena kain sumba merupakan salah satu produk tekstil yang memiliki kualitas sangat bagus, dibuat dengan cara tradisional yang unik yaitu ditenun. Selain itu Glenn juga memaparkan bahwa kelompoknya  ingin lebih memperkenalan budaya Indonesia ke kancah internasional melalui produk kain sumba ini.

“Kami memilih Perancis karena Perancis dikenal sebagai dunia fashion. Harapan kami, kain khas sumba ini bisa dijadikan bahan karya fashion oleh para designer di Paris. Bisa dimodifikasi dan menghasilkan karya mode tren fashion yang fresh seperti dress dan topi,”ujar Glenn.

Bertrand Marciano Kurniawan, ketua kelompok bisnis kayu Gaharu, mengaku bisnis ini mempunyai potensi yang besar mengingat kebiasaan warga Arab Saudi yang menggunakan oud sebagai bagian dari lifestyle mereka.

“Untuk strategi pemasaran kami menggunakan saluran indirect channel atau tidak langsung perdagangan global. Jadi, kami menargetkan pedagang besar terlebih dahulu untuk membeli produk kami. Dilanjutkan dengan pengecer lalu baru sampai di tangan konsumen, “ucap Bertrand.

Roma berharap metode pembelajaran ini mampu mengasah kemampuan mahasiswa dalam melihat peluang bisnis global ke negara tujuan.

“Kami berupaya maksimal dalam mempelengkapi mahasiswa mencapai tujuan perdagangan internasional melalui desain strategi masuk, strategi wilayah, strategi distribusi dan strategi lainnya,”ujarnya.

Mahasiswa semester 2 ini merupakan calon pelaku bisnis global di Indonesia Emas 2024 mendatang yang harus kita persiapkan dengan baik.