https://suryatravel.tribunnews.com/amp/2020/04/04/pariwisata-diterpa-corona-strategi-apa-nantinya-ini-kata-wakil-ketua-phri-jatim

Pariwisata Diterpa Corona, Strategi Apa Nantinya, Ini Kata Wakil Ketua PHRI Jatim

SURYATRAVEL.COM, SURABAYA – Berbagai bisnis diseluruh dunia mengalami kerugian ditengah penyebaran virus covid-19.

Salah satu sektor yang sekarang dihantam luar biasa oleh pandemi virus corona atau covid-19 ialah sektor pariwisata.

Di ungkapkan Wakil Ketua, bidang Litbang dan IT PHRI Jawa Timur, Agoes Tinus Lis Indrianto, selama ini sektor pariwisata adalah sektor yang sangat penting dan bisa menjadi salah satu pilar ekonomi Indonesia.

“Sektor ini sudah sering kali mendapat berbagai serangan, mulai isu SARS , MERS, Flu burung flu babi, gunung meletus sampai pada teror bom telah membuat sektor ini jatuh bangun,” kata Agoes kepada SURYA.co.id, Sabtu (4/4/2020).

Namun, kali ini hantaman dari virus covid-19 luar biasa karena berdampak ekonomi hingga terkunci mulai dari supplier, produser sampai tamu lokal maupun asing, sehingga banyak tempat wisata, restoran dan hotel yang tutup bahkan harus merumahkan karyawannya.

“Dampaknya begitu besar, bagaimana strategi bertahan sampai pada pasca pemulihan ketika Pandemi ini berakhir penting untuk dipahami bersama,” kata pria yang saat ini tengah meneliti pariwisata di Surabaya.

1. Tempat Wisata.

Pertumbuhan ekonomi pun diperkirakan akan melambat drastis, terkikis oleh penjalaran dampak virus ke berbagai sektor di perekonomian.

Pandemi memang telah menurunkan pertumbuhan ekonomi, pasalnya menurut Agoes di Surabaya 80 persen telah menutup tempat wisata sebagai bentuk mendukung himbauan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus covid-19.

“Tidak adanya perintah lockdown dari pemerintah pusat maka pengusaha akan tetap berjalan,” ujar Agoes.
Pria yang juga sebagai Dekan Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya menjelaskan, setelah selesai pandemi nantinya ia memprediksi masyarakat akan lebih disiplin, tidak lagi berdesak-desakan di tempat umum.

“Sehingga tempat wisata harus lebih memperhatikan kebersihan, berbagai jenis tempat wisata harus mengedepankan kualitas dari pada kuantitas. SepertiSeperti kata Wishnutama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang mengatakan lebih baik turis sedikit tapi uang yang di dapat lebih banyak,” kata Agoes.

Berikut Informasi dari FORKOM (Forum Komunikasi Obyek Wisata Surabaya) tentang destinasi wisata Surabaya berserta statusnya saat ini :

1. Museum Suroboyo (Tutup)
2. Museum Pendidikan (Tutup)
3. Museum Tugu Pahlawan dan 10 Nopember (Tutup)
4. Museum Dr Soetomo (Tutup)
5. Museum WR Supratman (Tutup)
6. Museum Hos Cokroamimoto (Tutup)
7. Museum Techno (Tutup)
8. Museum Kesehatan (Tutup)
9. Museum HOS Sampoerna (Tutup)
10. Museum Loca Jala Crana (Tutup)
11. Museum Blockbuster (BUKA)
12. Monkasel (BUKA)
13. De Javasche Bank (Tutup)
14. THP Kenjeran (Tutup)
15. KBS (Tutup)
16. Ciputra waterpark (Tutup)
17. Surabaya Carnival (Tutup)
18. Mirota Craft Centre (BUKA)
19. Rolak Outbond (Tutup)
20. Museum Yos Sudarso (Tutup)
21. Mangrove Wonorejo (BUKA)
22. Pasar Bunga Kayon (BUKA)
23. Museum Jalesjeva Jayamahe (Tutup)
24. Pura Agung Jagat Karana (Tutup)
25. Pasar Bunga Bratang (BUKA)
26. Balai Pemuda (Tutup)
27. UPTD Taman Budaya Jatim (Tutup)
28.Wisata Kebonsari/Jambangan (Tutup)
29. Museum Etnografi dan Pusat Kajian Kematian, FISIP UNAIR (Tutup)
30. Kampung Arab (BUKA)
31. Kampung lawas maspati (Tutup)
32. Perpustakaan BI (Tutup)
33. Siropen Heritage (Tutup)
34. Masjid Al Akbar (BUKA) Tetap ada ibadah
35.Masjid cheng hoo (BUKA) dan tetap ada sholat Jumat seprti biasanya
36. Kampung Sejarah
Lawang Seketeng (Tutup)
37. Ampel Masjid (BUKA) untuk Ibadah sholat 5 waktu.

2. Hotel

Akibat merebaknya Corona atau Covid-19 angka okupansi menurun drastis, hingga sejumlah karyawan dirumahkan ataupun diminta cuti sementara.

Agoes mengatakan, kini hotel-hotel telah meminta penundaan untuk membayar pajak.

Padahal menurut Agoes, banyak cara yang bisa dilakukan hotel untuk tetap bertahan ditangah kondisi saat ini.

“Menggunakan data customer agar dapat di goda dengan berbagai paket-paket menarik, serta kampanye yang dirubah menjadi lebih menonjolkan sisi kebersihan dan keamanan,” kata Agoes.

Bahkan menurut Agoes, informasi dari strategi yang diterapkan hotel-hotel yang berlokasi di Bali memberikan paket menginap selama sebulan dengan harga terjangkau bisa juga diterapkan di Surabaya.
Disamping itu, ada wacana dari pemerintah untuk menggunakan hotel sebagai tempat menginap para dokter yang menangani virus covid-19 dengan biaya ditanggung pemerintah.

“Bahkan hotel dapat digunakan sebagai tempat isolasi warga yang mempunyai gejala virus covid-19 agar lebih aman dengan mengkarantina di hotel selama 14 hari terutama hotel juga menyiapkan dokter untuk dapat mengecek kondisi pasien ketika berada di hotel,” imbuhnya.

Data dari FORKOM (Forum Komunikasi Obyek Wisata Surabaya) Sabtu (4/4/2020) sebanyak 22 hotel di Surabaya tutup sementara.

3. Restoran

Bisnis restoran sebagai tempat yang biasa dijadikan kerumunan kini tak pernah terlihat demikian, sejak adanya himbauan pemerintah untuk masyarakat menerapkan social distancing dan phsycal distancing.

Agoes menilai restoran masih sangat bisa bertahan jika dibandingkan tempat wisata dan hotel.

Pasalnya, beragam alternatif dapat dilakukan seperti menerapkan pengiriman makanan gratis ongkir hingga merubah menu menyesuaikan kondisi saat ini.

“Makanan dan minuman yang mengandung rempah-rempah akan lebih dicari masyarakat,” kata Agoes.

Setelah melakukan berbagai survei kini restoran melakukan berbagai kebijakan, selain menerapkan sosial distancing dan menjalankan protokol yang ada bagi restoran yang masih menerima konsumen untuk makan di tempat juga banyak hal lainnya yang diterapkan.

“Seperti pengurangan jam kerja, menghilangkan beberapa menu karena bahan baku sulit untuk dicari,” pungkasnya (Zainal Arif)

Sumber : https://suryatravel.tribunnews.com | 4 April 2020