Patria Prima Putra_Kegagalan yang Berbuah Manis.Franchise Indonesia.September 2017.Hal 78 001-page-001

Oleh : Patria Prima Putra

 

Menangkap peluang usaha memang tidak mudah . Perlu kejelian dan butuh pengalaman untuk mengasah sensitivitas terhadap apa yang dibutuhkan pasar . Namun nyatanya , banyak entrepreneur muda yang sukses mendirikan usaha dengan menciptakan produk yang unik . Itu berarti kaum muda juga tidak kalah penciuman bisnisnya dengan yang tua dan berpengalaman .

Salah satunya adalah pemuda kelahiran Jambi , 25 September 1994 ini . Ia memilih jalan hidupnya sebagai pengusaha muda di usianya yang kalah itu masih berusia belasan tahun. Patria Prima Putra nama lengkapnya . Ia memulai usahanya sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Atas . Mengawali dengan menjalani hobi sebagai usaha pertamanya , Patria mencoba  untuk berjualan brownies hasil buatannya sendiri yang lantas dijualnya ke koperasi sekolah .

Kejeliannya dalam melihat setiap peluang sebagai tambahan uang jajan membuat Patria loncat dari satu usaha ke usaha yang lainnya . Usaha – usaha yang dijalaninya tidak begitu saja berjalan mulus , ditengah – tengah kondisi usaha yang hampir gulung tikar , Patria dengan sigap melihat peluang untuk membuka tikar baru . Maka , terciptalah usaha miliknya , Brownies Manten.

“Saya memulai bisnis pertama kali dengan serius sekitar umum 16 tahunan alasannya karena ayah saya meninggal dan keluarga benar-benar kaget saat itu dengan kepergian tulang punggung satu-satunya. Dan saya harus berpikir untuk bisa mendapatkan uang lebih.” kenang Patria . Kegalauan anak muda yang sering terpampang di media sosial juga menjadi inspirasi dirinya membangun usaha ini . Menurutnya , 50% lebih status di media sosial berisi tentang cinta . Oleh karenanya , ia ingin membantu orang-orang dalam mengungkapkan cintanya melalui Brownies Manten.

Bisnisnya tidak main-main . Dengan bermodal uang Rp 3 juta rupiah saat itu , Patria mampu meraup omzet hinga Rp 40 juta rupiah di tiga hari pertama berdirinya Brownies Manten . Hingga kini , mahasiswa Universitas Jambi ini dapat meraih pendapatan hingga ratusan juta rupiah dengan kue yang terjual rata-rata 1500 bungkus perhari . “Sekarang bisa sampai ratusan juta omzet yang kami terima,” ungkapnya.

Makin maraknya penetrasi ponsel pintar dimanfaatkan betul oleh Patria untuk mengembangkan bisnisnya . Hampi setahun ia menjalankan bisnis Brownies Manten. Hebatnya kurang dari setahun penjualannya sudah menyentuh angka 50.000 bungkus per bulan.

Bayangkan saja saat ini Brownies Manten telah memiliki lebih dari 100 orang distributor yang disebut KUA. “KUA ini hampir tersebar di seluruh wilayah di Indonesia kecuali Aceh , Nusa Tenggara Barat dan Ambon . Selain KUA , Brownies Manten juga punya ribuan reseller yang disebut sebagai Penghulu.” beber Patria.

“Salah satu hambatan kami sekarang adalah saat orderan terlalu banyak dan tidak bisa memenuhi permintaan , walau kami telah menaikkan produksi karena orderan sangat banyak terkadang sangat tidak tega melihat distributor harus antri hingga 2 minggu untuk membeli manten,”  tutur Patria .

Berkat jerih payah serta kerja kerasnya , Patria diganjar penghargaan Juara Pertama Wirausaha Muda Mandiri (WMM) 2016 kelompok mahasiswa kategori boga. Kini Patria sedang fokus mengajarkan para agennya yang tersebar di 8 kota . Ia mengumpulkannya di Jakarta untuk diajarkan private langsung olehnya tentang strategi internet marketing . Diharapkan dengan begitu dari setiap agen 8 kota ini minimal mampu memiliki penjualan 20 ribu box per bulannya.

 

Sumber : Franchise Indonesia , September 2017 . Hal. 78