“Kami tidak ingin menjadi institusi yang hanya memproduksi jurnal penelitian tanpa dampak praktis. Melalui kerja sama dengan PT SPIL, kami ingin memastikan bahwa pengetahuan akademis yang dihasilkan dapat diaplikasikan langsung dan memberikan nilai tambah bagi sektor industri,” ungkapnya.
Yohannes menekankan bahwa kerja sama ini akan memberikan kesempatan berharga bagi mahasiswa untuk belajar langsung dari tantangan nyata di industri logistik dan pengiriman.
“Segera setelah peresmian ini, tim kami akan melakukan assessment di PT SPIL untuk mengidentifikasi area-area yang dapat menjadi fokus riset bersama. Kami yakin kolaborasi ini akan menghasilkan inovasi yang bermanfaat bagi kedua belah pihak dan masyarakat luas,” ujarnya.
Pembentukan SPIL Research Center diharapkan menjadi model kerja sama industri-akademia yang dapat direplikasi oleh institusi pendidikan dan perusahaan lain di Indonesia. Program ini juga sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong kolaborasi triple helix antara akademisi, industri, dan pemerintah untuk mempercepat inovasi dan pertumbuhan ekonomi nasional.

