Peran Orang-Orang Tionghoa dalam Perdagangan
20 Januari 2025
TEMPO DULU: Pasar Pabean menjadi salah satu pasar yang ada di kawasan pecinan dan tidak sedikit pedagangnya dahulu merupakan orang tionghoa
AKTIVITAS perdagangan di kawasan Pecinan Surabaya menyimpan sejarah panjang dan kaya, yang dilakukan oleh orang-orang Tionghoa selama berabad-abad.
Pustakawan sejarah, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, orang-orang Tionghoa mempunyai peran penting dalam perdagangan di Surabaya. Dia menyebut sebagian besar penduduk Tionghoa di Surabaya adalah pedagang, baik eceran maupun perantara hasil bumi dan perkebunan antara Belanda dan bumi putera.
“Peran mereka sebagai penghubung inilah yang membuat mereka disebut sebagai ‘middleman minority’,” ujar Chrisyandi.
Bahkan menariknya, mereka tinggal di sekitar sungai dimana di tempat tersebut terdapat pasar, ruko dan klenteng yang selalu berdampingan hampir setiap kawasan Pecinan, termasuk juga Surabaya.
“Hal ini menunjukkan integrasi erat antara kehidupan sosial, ekonomi, dan spiritual komunitas Tionghoa,” tutur pustakawan sejarah dari Universitas Ciputra Surabaya ini.
Dia mencontohkan seperti di Surabaya, beberapa pasar ikonik berlokasi di Pecinan, seperti Pasar Pabean dan Pasar Kapasan. Pasar Pabean menurut Chrisyandi, merupakan pasar terbesar pada masanya dan menjadi tempat berkumpulnya berbagai kelompok etnis.
Bahkan, beberapa puluh tahun setelah kompeni atau penjajah Belanda berada di Surabaya orang-orang Tionghoa masih menguasai ekonomi.
Oleh karena itu, kawasan Pecinan di Surabaya bukan hanya sekadar tempat tinggal, tetapi juga pusat perdagangan. (mnt/nur)

