SURABAYA – Meski berlabel ready-to-wear, bukan custom made, namun busana siap pakai juga membutuhkan perawatan khusus. Margaretha Joesuf, desainer Surabaya, menyatakan, tidak sedikit masyarakat yang menganggap bahwa busana ready-to-wear menggunakan bahan-bahan murah dan sederhana sehingga tidak membutuhkan treatment khusus. “Busana siap pakai terkadang menggunakan bahan-bahan yang membutuhkan perawatan berbeda,” kata desainer yang akrab dipanggil Etha tersebut.
Misalnya, untuk dress. Dia menyarankan agar dress dicuci dengan tangan daripada masuk mesin cuci. “Bahan-bahan seperti katun, jacquard, kulit, dan santung sebaiknya dicuci dengan tangan. Sementara itu, bahan brokat bisa dicuci dengan mesin cuci, tapi tetap harus berhati-hati,” ungkap siswa terbaik 2011 sekolah fashion LaSalle College International Surabaya tersebut.
Untuk cara menyetrika yang baik, dia menjelaskan bahwa suhu yang digunakan sebaiknya medium atau steam. Sebab, suhu yang terlalu panas bisa merusakan bahan dress itu. “Kemudian, bahan kulit dan brokat sebaiknya disetrika bagian belakangnya atau dibalik agar bahan dress-nya tidak rusak,” ujarnya. “Apalagi untuk dress yang ada payetnya. Sebaiknya digunakan suhu steam agar tidak rusak,” imbuhnya.
Untuk skirt atau bawahan, perempuan yang mempunyai butik di daerah G-Walk Citraland itu mengungkapkan bahwa perawatannya relatif lebih mudah. “Untuk skirt, kembali lagi lihat bahannya. Tapi, kebanyakan lebih mudah perawatannya, bisa langsung masuk mesin cuci dan disetrika seperti biasa,” jelasnya saat ditemui Jawa Pos di butik miliknya. (rid/c20/tia)
Sumber: Jawa Pos/29 Desember 2014/Hal 36

