https://jatim.tribunnews.com/2020/03/09/perhiasan-ramah-lingkungan-dari-bambu-ala-mahasiswi-uc-surabaya-pernah-diusung-di-ny-fashion-week

Perhiasan Ramah Lingkungan dari Bambu ala Mahasiswi UC Surabaya, Pernah Diusung di NY Fashion Week

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA – Tanaman bambu umumnya digunakan sebagai bahan bangunan dan furnitur seperti kursi dan meja.

Di tangan Michiellina Evelyn Soefianto, mahasiswi fashion design bussines Universitas Ciputra Surabaya dimanfaatkan sebagai produk fashion menarik.

Yakni perhiasan dengan ornamen bambu dan alternatif kristal dengan label ‘Bamboo Blink’.

Kreasi Michiellina ini diusung dalam gelaran New York Fashion Week 2020.

Menurutnya, bambu merupakan bahan perhiasan yang jarang digunakan sebagai bahan membuat produk fashion dan pastinya ramah lingkungan.

Hal ini sesuai tema yang dianut dalam karyanya yaitu sustainable fashion.

Tidak hanya bambu, dirinya mempercantik perhiasan dengan alternatif kristal yang dibuat dari serbuk tawas.

“Alasan memilih tawas karena masih jarang di Indonesia. Dan membutuhkan waktu untuk saya akhirnya melakukan riset di negara lain,” paparnya, Senin (9/3/2020).

Ia melakukan riset untuk dapat mengetahui bagaimana tawas dapat dibentuk menjadi batu kristal tidak keruh dan tampak mengkilap.

Dalam tahapan pembuatannya, Michiellina membuat konsep bentuk dan warna yang sedang tren di 2020.

“Tren perhiasan di tahun ini lebih ke nuansa warna gold. Oleh karenanya, saya memakai silver berwarna emas yang tidak mudah membuat iritasi pada kulit,” jelasnya.

Selanjutnya, memasuki tahapan pembentukan bambu dengan teknik laminasi.

Yaitu bambu dipress hingga pipih hingga berbentuk plat dengan unsur serat natural.

“Sedangkan untuk pembentukan kristal, bubuk tawas diberi air panas dan didiamkan selama 24 jam. Lalu ditumbuhi terlebih dahulu hingga terbentuk heksagon,” paparnya.

Dalam satu perhiasan bambu dan alternatif kristal, dirinya membutuhkan waktu selama dua minggu pengerjaan tanpa trying error.

Sumber : https://jatim.tribunnews.com | 9 Maret 2020