Sumber:https://mili.id/baca-15563-universitas-ciputra-kukuhkan-guru-besar-ke-16-soroti-transformasi-keuangan-digital

Universitas Ciputra Kukuhkan Guru Besar ke-16, Soroti Transformasi Keuangan Digital

18 Desember 2024
Surabaya, mili.id – Universitas Ciputra (UC) kembali mengukuhkan Prof Dr Christian Herdinata sebagai guru besar ke-16 di Dian Auditorium Main Building UC lantai 7, Rabu (18/12/2024).
Rektor Universitas Ciputra Surabaya Ir Yohannes Somawiharja mengungkapkan, rasa bangganya atas capaian ini, dan menjadi komitmen UC dalam memperkuat aspek keilmuan di dunia pendidikan akademik.

“Hal ini menjadi bukti Universitas Ciputra terus memperbaiki diri, baik di sisi praktik profesional maupun akademik,” ujarnya.

Menurutnya, Prof Christian merupakan profesor ke-7 dari School of Management and Business yang menunjukkan konsistensi UC dalam meningkatkan kualitas akademik.

“Prof Christian Herdinata sosok yang sangat fokus dan tekun. Capaian ini merupakan buah dari perjuangan dan kerja kerasnya,” lanjutnya.

Pengukuhan ini juga menandai langkah penting Universitas Ciputra dalam membangun reputasi akademiknya. UC terus mendorong para akademisi dan mahasiswanya untuk unggul di bidang penelitian.

“Universitas Ciputra ingin mencetak individu-individu yang tidak hanya siap di dunia kerja, tetapi mampu berkontribusi melalui keilmuan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” tambahnya.

Sementara itu, Prof Christian Herdinata menyampaikan proses yang dilalui untuk mendapatkan gelar guru besar tidaklah singkat, mulai dari jabatan Lektor Kepala hingga Guru Besar.

Waktu yang dibutuhkan mencapai sekitar dua tahun. Ditambah dengan proses administrasi hingga terbitnya Surat Keputusan (SK), total waktu yang diperlukan sekitar tiga tahun.

“Seorang profesor dituntut memiliki publikasi ilmiah internasional bereputasi. Penelitian yang dilakukan harus menghasilkan temuan yang signifikan dan diakui di tingkat global. Publikasi ini menjadi salah satu bukti keprofesoran seseorang,” ungkapnya.Sedangkan dalam pidatonya, Prof Christian membahas kajian tentang era digital financial transformation yang sedang mengubah sistem keuangan secara global. Dia menyoroti dampak digitalisasi, khususnya pergeseran dari penggunaan uang tunai kertas ke transaksi berbasis digital.

“Korporasi harus segera beradaptasi dengan perubahan ini. Kalau tidak, mereka akan tertinggal. Saya berharap perusahaan mampu memanfaatkan big data untuk memahami perilaku individu dalam menggunakan uang. Siapa yang menguasai data besar, dialah yang akan menguasai transaksi global di masa depan,” pungkasnya.