Perkembangan Industrialisasi di Surabaya (21)

Didirikan Javasche Bank Untuk Atasi Masalah Perbankan

3 Juli 2024. Hal.3

Seiring perkembangan industri di Surabaya, setelah mendirikan Nederlandsche Handel Maatschappki (NHM), pemerintah Hindia Belanjda berpikir bahwa dibutuhkan lembaga perbankan.

HAL ini karena dalam program kerjan NHM tidak mengusuri soal perbankan. Padahal pemerintah Hindia Belanda juga melihat perlunya dibentuk lembaga perbankan di wilayah ini.

Pustakawan Sejarah Universitas Ciputra Surabaya, Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, akhirnya De Javasche Bank yang berkedudukan di Batavia mengumumkan bahwa akan membuka kantor cabang di Surabaya pada 8 April 1828.  Sebelumnya di Surabaya sebuah perwakilan dibuka namun masih menunggu setahun kemudian. Agen itu beru dibuka pada tanggal 14 September 1829.

Pada mulanya orang tidak yakin sama sekali bahwa cabang lembaga bank besar itu mampu bertahan di sini, karena komisi Surabaya yang harus memberikan pandangannya tentang ketahanan hidup sebuah agen.

“Bahwa kondisi perdagangan di Surabaya tampaknya tidak cukup menjamin bagi perluasan yang menguntungkan dari aktivitas perbankan,” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.

Lebih lanjut, Chrisyandi menjelaskan, sebelumnya di Semarang sudah dibuka terlebih dahulu. Pada saat itu agen dan orang-orang menganggap optimistis terhadap lembaga tersebut. Di Surabaya tidak mau ketinggalan, F.H. Prayer sebagai agen pertama, kemudia sebagai komisari diangkat A.H. Buchler, J. E. Banck dan J.D. Loth.

Lalu perkembangan perdagangan di kota berkaitan erat dengan sejarah perwakilan Javasche Bank. “Perdagangan di kota dengan unsur-unsur asing sangat kuat terwakili terutama Irlandia dan Skotlandia. Salah satu perusahaan dagang Inggris tertua di tempat ini yang masih ada adalah firma Fraser Eaton & Co. yang berdiri pada 1 Mei 1835,” ujarnya. (bersambung/nur)