SURABAYA, Jawa Pos – Vaksinasi tahap I bagi tenaga pendidik dan dosen satu per satu direalisasikan. Kemarin, giliran tenaga pendidik dan dosen dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) yang divaksin.
Kepala Biro Administrasi dan Kemahasiswaan Humas (BAKH) UWKS Andi Aruji mengatakan, vaksinasi dilakukan di Puskesmas Dukuh Kupang. Namun, tidak semua divaksin di Puskesmas Dukuh Kupang, Kecamatan Dukuh Pakis.
“Karena dosen dan tenaga pendidik yangberusia 60 tahun ke atas sudah divaksin di puskesmas sesuai tempat tinggal masing-masing. Jumlahnya 100 orang.” terangnya.
Pada akhir Februari lalu, UWKS menyimpan 600 tenaga pendidik dan dosen untuk divaksin. Artinya, tersisa 500 tenaga pendidik dan dosen yang berusia di bawah 60 tahun yang belum divaksin.
Andi menyebutkan, jumlah tersebut divaksin di Puskesmas Dukuh Kupang. Nah, untuk menghindari kerumunan, kampus menjadwalkan Andi mengaku lega karena kampus tahap kedua, proses belajar mengajar kembali luring (luar jaringan atau offline). “Sementara laboratorium dengan protokol kesehatan ketat saja,” ujarnya. juga turut mendapatkan alokasi orang per hari untuk divaksin. telah mendapatkan vaksin.
Dia berharap, pascavaksinasi ini, pembelajaran offline di kampus.
Dua di Surabaya Barat vaksin untuk civitas academica terdaftar. Kemarin (22/3), sejumlah 100 orang dari Universitas Wijaya ini (23/3), jadwalnya 100 orang civitas akademika dari Universitas Negeri Surabaya (Unesa) yang mendapatkan vaksin. Berbeda mendapatkan suntikan vaksin di Universita Ciputra (UC). Putra mendapatkan vaksin. Hari dengan dosen dari UWKS, tenaga pendidik dari UWP dan Unesa.
“Jadi, selain kami ikut pelatihan vaksinator, kami memang ikut pelatihan vaksinator, kami memang ikut pelatihan anggota satgas penanganan Covid-19 dr Charles Siahaan SPOG. Pihaknya kampusnya sendiri, tetapi memang menerima beberapa kampus dari persiapan jadi pos vaksin, “papar takhanya kelaparan vaksinasi untuk Surabaya Barat (sam / dya / e13 / ady)
Sumber: Jawa Pos. 23 Maret 2021. Hal.15

