Pertimbangkan Cuaca dan Waktu, Isi Titik Lokasi secara Presisi

27 Januari 2024. Hal. 18

Memesan makanan secara online kini menjadi lifestyle masyarakat urban. Mudah dan praktis. Tak perlu keluar rumah, tak perlu antre, ditambah banyaknya promo. Lifestyle baru ini ternyata juga memunculkan permasalahan baru. Yakni, cara berkomunikasi dan etika berinteraksi dengan para driver ojol.

PADA dasarnya, berinteraksi dengan siapa pun pasti ada etikanya. Walaupun kita tidak bertatap muka secara langsung dan hanya melalui chat. Komunikasi yang baik harus tetap terjali untuk mencapai tujuan masing-masing. Kita ingin pesanan datang sesuai dengan apa yang diharapkan, dan driver ojol pun mendapat penghargaan yang positif setelah melaksanakan kewajibannya.

Mematuhi etika dalam order makanan online membantu menciptakan pengalaman yang positif bagi semua pihak yang terlibat sekaligus membangun hubungan yang baik antara konsumen, platform pemesan, dan penyedia layanan makanan. Lantas, apa saja yang harus diperhatikan ketika order makanan online?

Jadilah Pembeli yang Bijak

Yang pertama dan harus kita ingat, driver ojol juga manusia. Bukan robot dan bukan AI. Sehingga kemungkinan “human eror” akan selalu ada. Me-manage ekspetasi di awal cukup menjadi peranan penting supaya kita sebagai pemesan tidak kecewa, marah-marah, dan berujung saling memberi review buruk. Jadilah pengguna platform online yang thoughtful.

Pertimbangkan Cuaca

Driver ojol pasti akan kesulitan mengantar tepat waktu jika cuaca sedang tidak mendukung. Bila cuaca sedang hujan dan tetap mau pesan makanan, jangan pesan mepet-mepet karena biasanya jumlah driver yang mau menerima prderan saat hujan deras tidak sebanyak biasanya. Perlu waktu lebih lama untuk mencari driver dan pesanan pun kemungkinan besar datang terlambat. Ada kemungkinan juga makanan akan basah, dingin, atau bocor kalau tidak dibungkus dengan baik.

Fast Response dan Beri Tip

Begitu pula kalau berniat order makanan di jam-jam yang “tidak biasa”. Misalnya, order makanan tengah malam atau dini hari. Tak ada salahnya memberi tip. Jangan lupa untuk selalu stand by dan fast response ketika driver mencoba menghubungi. Mereka butuh kita untuk siap dihubungi kapan pun guna memastikan jumlah pesanan, mengganti makanan yang tidak tersedia, dan lain-lain.

Perhatikan Titik Alamat

Cantumkan titik alamat yang sesuai dan catatan yang jelas untuk driver. Titik pengantaran yang kurang jelas akan sangat menyulitkan driver dalam mencari alamat, dan tentu merugikan kita sebagai pemesan. Satu hal yang jadi pegangan saya dengan para driver, over-communication akan jauh lebih baik ketimbang under-communication.

Dengan kata lain, lebih baik kita jelaskan dengan sedetail-detailnya di awal (pin point di peta dengan jelas, tulis di catatan, kirim foto kalau perlu, dan ditambah message pribadi). Dibanding hanya menaruh informasi seadanya, pin point lokasi di peta, lalu menunggu dan berharap driver ojol bisa dengan cekatan menemukan alamat tanpa kendala. Pengalaman pribadi, sering saya mendapatkan driver yang walaupun sudah ditulis alamat dengan jelas, tetap tidak bisa sampai tepat waktu karena berbagai keterbatasan, “nggak bisa baca peta”, “notes-nya nggak kebaca”, “screen HP pecah jadi nggak kelihatan”, dan lain sebagainya. Jadi, mencegah lebih naik daripada mengobati. Selalu overcommunicate!

Pikirkan Jumlah Makanan sebelum Memesan

Kalau berniat pesan makanan dalam jumlah banyak, sebaiknya hubungi langsung restorannya. Pesan dan bayar langsung ke mereka. Pesan layanan ojol hanya untuk pick up dan mengantar ke rumah. Kalau memang pesanan sangat banyak, mungkin bisa pakai 2 motor atau order 1 mobil sekaligus agar pesanan lebih aman sampai ke rumah. Tanpa ada tumpah, pecah, atau salah komunikasi dengan driver karena semua pesanan sudah dilakukan melalui restoran yang bersangkutan. Cara lainnya, pesan beberapa ojol dari nomor yang berbeda agar tidak memberatkan satu driver.

Jika Pengantaran ke Apartemen atau Perkantoran

Lokasi pengantaran juga penting untuk dipertimbangkan. Terutama pesanan yang lokasi pengantarannya di gedung apartemen atau perkantoran, biasanya pihak gedung punya kebijakan sendiri. Lazimnya, driver ojol tidak naik ke atas. Hanya boleh mengantar barang/makanan ke pos sekuriti atau menunggu di lobi. Pertimbangkan pemberian tip tambahan dengan jumlah yang sepadan untuk pengganti uang parkir dan usaha lebih driver ojol untuk mengantarkan makanan. Jangan lupa ucapkan terima kasih. Cara bicara dan mengetik yang ramah sudah cukup untuk menunjukkan empati dan saling menghargai

Dengan memahami cara berinteraksi yang lebih beretika, kita telah membangun empati, membangun hubungan baik, dan menjunjung tinggi rasa kepedulian terhadap sesama, supaya masing-masing mendapat bintang lima! Selama menikmati pesanan. (*)

sumber: Jawa Pos