Danau Toba memiliki keunggulan sejarah vulkanologi. Awalnya merupakan gunung berapi yang pernah mengalami letusan dahsyat di dunia. Akibat letusan supervolcano 75.000 tahun lalu itu, bagian atas gunung luluh lantak dan menghasilkan kaldera yang kini menjelma menjadi Danau Toba. Sejarah letusannya bahkan lebih dahsyat dari supervolcano Yellowstone. Dibalik sejarah dasyat geologonya, kekayaan budaya dan masyarakatnya sampai saat ini sangat bernilai.
Kedahsyatan letusan gunung yang memengaruhi kehidupan dunia ribuan tahun yang lalu itu menciptakan banyak situs geologi berbaur dengan budaya dan kultur setempat sampai saat ini. Salah satunya batuan lava hasil ekstrasi lelehan magma ke permukaan hingga membentuk kubah lava digunakan oleh masyarakat setempat untuk menyusun Batu Persidangan MAkam Raja Siallagan di Samosir.
PULAU SAMOSIR
Daya tarik utama Danau Toba adalah di pulau Samosir. Di Pulau Samosir terletak pusat kebudayaan Batak. Pulau ini merupakan kaldera yang tidak terendam oleh air dan berada di ketinggian 1.000 m diatas permukaan laut.
Pesona alam kawasan Danau Toba dan Pulau Samosir sangat indah nan memukau. Danau terluas di Asia Tenggara ini memiliki air yang jernih, berwarna biru sekaligus tenang. Paduannya dengan kontur ekstrim disekelilingnya yang berbukit dan bergunung tinggi makin menyempurnakan pesonanya. Ada banyak titik/spot yang mempunyai pemandangan spektakuler.
Berbicara akses, menuju Pulau Samosir ini tidakklah sulit tetapi juga tidak bisa dianggap remeh. Salah satu alternatif yang paling umum adalah menyebrang menggunakan kapal feri dari Pelabuhan Ajibata, Parap[at menuju Pelabuhan Tomok Pulau Samosir, wisatawan harus cermat memperhatikan jam berangkat dan kembali kapal. Jika lalai, bisa-bisa harus menginap semalam di Samosir untuk menunggu jadwal kapal feri keesokan harinya
Sesampai di Pulau Samosir, kita bisa menikmati beragam lokasi menarik. Salah satunya pasar tradisional Tomok yang menyediakan beragam souvenir khas Batak serta hasil budaya lokal Pulau Samosir. Makanan disinipun cukup beragam dengan mayoritas berbahan dasar hasil alam kawasan Danau Toba.
Selagi sibuk berbelanja wisatawan pada umumnya tak melewatkan kawasan perkampungan adat yang juga disekitaran Tomok. Disinibisa dilihat rumah-rumah adat BAtak kuno terbuat dari kayu, dengan bentuk dinding samping seperti lunas (balok memanjang didasar perahu) dan ditopang tiang-tiang terikat kuat satu sama lain. Bangunan itu diletakkan di atas fondasi batu tanpa semen. Selain itu terkenal juga Patung Sigale-gale yang bisa menari dan makam kuno Raja Sidabutar yang sudah berusia lebih dari setengah abad.
BERMALAM
Sebagian wisatawan khususunya wisatawan mancanegara biasanya memutuskan untuk bermalam di Pulau Samosir. Penginapan tak sulit didapat di sini. Dari Tomok, wisatawan bisa menuju ke daerah Tuktuk(30 menit perjalanan). Daerah lereng yang memiliki tanah relative landau di pulau Samosir tetapi mempunyai pemandangan yang indah. Banyak hotel, penginapan serta restoran di daerah sini. Makanan yang di tawarkan pun lebih beragam dan lebih ramah dengan lidah wisatawan asing.
Didaerah Tuktuk ini, wisatawan bisa menikmati beragam wisata airantara lain jetski,kapal wisata keliling menyusur tepian danau, paraseling dsb.
Beberapa destibasi wisata alam lainnya di Pulau SAmosir PAntai Ambarita, Aek Natonang, Batu Marhosa, PAntai PAsir Putih, Goa Marlakkop hingga Pemandian Air Panas di dekat Kota Pangururan.
“Pemerintah berencana membangun Danau Toba dengan dana Rp 21 triliun melalui Badan Otorita Danau Toba. Rp 10 triliun merupakan dana dari pemerintah dan Rp 11 triliun dari investor.”
Sumber : Kompas. 17 Maret 2017. Hal.33

