DAHULU sarana prasarana kebakaran masih menggunakan alat pompa kebakaran manual. Saat terjadi kebakaran alat tersebut yang digenjot. Menurut Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika, sumber daya manusia (SDM) untuk memadamkan api seperti bagian pengambil air ditugaskan kepada pribumi. “Dulu

ngambil airnya kan digledek jadi dilakukan manual oleh penduduk pribumi,” katanya.

Lanjutnya, mesin-mesin pemadam kebakaran yang bertenaga uap telah ditempatkan di lokasi-lokasi yang ditentukan. “Pada setiap lokasi diawasi oleh kepala pemadam kebakaran yang telah ditunjuk,” terangnya.

Penempatan peralatan pemadam kebakaran di lokasi-lokasi yang dianggap penting tersebut tidak jauh berbeda dengan penempatan peralatan pada masa sebelumnya pada tahun 1810 yang dilakukan oleh Gubernur Jendral Herman Willem Daendels.

 

Sumber: Radar Surabaya. 30 Desember 2021. Hal. 6-7