GRESIK – Tidak banyak orang yang mengetahui posisi tidur yang ideal untuk anak. Apalagi untuk anak berusia di bawah 2 tahun. Padahal, posisi tidur sangat berpengaruh pada tumbuh kembangnya. Termasuk aspek kognitif atau proses berpikir.

Spesialis anak RS Petrokimia dr Erica Jahja SpA menyatakan, posisi tidur menjadi salah satu factor yang memengaruhi perkembangan anak. Sebab, tumbuh kembang anak paling optimal terjadi saat tidur. “Jadi, tidurnya harus berkualitas,” ujarnya kemarin (30/5).

dr Erica menyebutkan, pada usia 0-2 tahun, perkembangan otak anak mencapai 80 persen. Karena itu, diperlukan pemahaman mengenai cara mengoptimalkan tumbuh kembang anak. “Termasuk waktu dan posisi tidur,” jelasnya. Menurut dia, waktu tidur untuk bayi adalah 12-16 jam sehari. “Memang, lebih lama daripada anak-anak. Sebab, itu merupakan waktu si bayi untuk bertumbuh kembang,” jelasnya.

Dia menjelaskan, hormon pertumbuan akan bekerja optimal saat tidur malam. Jika tidurnya terganggu, kinerja hormon pertumbuhan akan terhambat. Hal tersebut yang menyebabkan tumbuh kembangnya bermasalah.

Selain itu, posisi tidur yang ideal harus diterapkan sejak anak baru lahir (usia satu hari). Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah tingg bantal untuk kepala. “Paling tidak kemiringan kepala bayi 30 derajat,” terangnya.

Jka pernapasan terganggu, sirkulasi oksigen ke otak juga akan bermasalah. Hal itulah yang bisa memengaruhi kecerdasan anak. Sebab, oksigen berfungsi membawa darah yang juga menuju otak.

 

UC Lib-Collect

Jawa Pos. 31 Mei 2016Posisi Tidur Pengaruhi Tumbuh Kembang Bayi. Jawa Pos.31 Mei 2016.Hal.41