Klik Berita: https://radarsurabaya.jawapos.com/ekonomi/772764902/program-wirausaha-merdeka-uc-enterpreneur-tidak-hanya-cuan

SURABAYA – Grand Launching program Wirausaha Merdeka (WMK) di Universitas Ciputra (UC) menghadirkan Guru Besar FEB UI yang juga founder rumah perubahan Rhenald Kasali. Ia memberikan semangat kepada ratusan peserta yang hadir dari 550 mahasiswa dari 39 perguruan tinggi yang tersebar di Jawa Timur, Jawa Tengah, Jogjakarta, Jakarta, Jawa Barat, Bali, Sumatera Utara, NTB, Kalimantan Barat, dan Sulawesi Selatan.

Dengan mengusung tema masa depan entrepreneurship dan perubahan sosial di kawasan ASEAN, Rhenald Kasali berharap mahasiswa bisa lebih adaptif, kreatif dalam menjalankan enterpreneurship. “Karena enterpreuner tidak semata-mata cuan,” kata Rhenald, Senin (21/8) di Kampus Universitas Ciputra.

Bahkan ia prihatin saat ini banyak yang mengajari enterpreneur hanya cuan, tidak perlu kerja keras. Hal itu menurutnya tidak tepat, karena banyak menimbulkan banyak kasus atau masalah.

“Entrepreneur itu harus menghasilkan inovasi dikreasi dengan sains sehingga berkuasa di ASEAN,” tegasnya. Oleh karena itu ia meminta kepada para peserta untuk menemukan dukungan dengan investor, bisa melalui bank. Apalagi ia melihat sturtup saat ini banyak yang stagnan karena tidak ada dukungan. “Jadi harus ada dukungan dari investor, terutama bank. Karena di situ biasanya ada program inkubasi,” terangnya.

Wirausaha Merdeka (WMK) Tahun 2022 di Universitas Ciputra telah melahirkan sebanyak 233 bisnis di bidang food and beverage, services, handycraft, export, education, digital, property dan creative industry yang telah resmi di launching tahun lalu di Ciputra World Mall Surabaya.

Banyak mitra dari perguruan tinggi asal yang merasa puas dengan pelaksanaan wmk uc tahun 2022 terbukti dengan rata-rata yang mengikuti WMK UC 2023 ini merupakan mitra PT dari tahun lalu dengan frekuensi peserta yang lebih banyak dari tahun lalu.

Pada tahun 2023, WMK Universitas Ciputra diikuti WMK Universitas Ciputra 2023 mengusung tema “Membangun Bisnis Berkelanjutan dalam Konteks Pasar Global”. Tema tersebut digunakan sebagai upaya untuk mendorong mahasiswa agar dapat mengeksplorasi dan mengeksploitasi peluang-peluang inovafatif dan memulai serta mengembangkan bisnis yang berkelanjutan dan berdampak positif tidak hanya dalam skala lokal

Sementara itu Kepala Program Doktoral of Menegement UC, Prof. Burhan Bungin mengatakan bahwa ekonomi pasca pandemi mulai bergairah, mulai begolak wacana dan peluang baru dengan adanya new normal.

“Kita masuk pada era masyarakat yang baru dengan berbagai tatanan baru dalam bersosial. Perubahan ini nyata dan menjadi tantangan. Mahasiswa S3 UC dalam proses belajar diberi ruang melakukan explorasi tentang perubahan itu. Harapannya mereka mampu mengembangkan managemen entrepreneurial sebagai ilmu masa depan,” papar Prof Burhan. (rmt/rak)