https://www.infopublik.id/kategori/nasional-sosial-budaya/753960/program-wmk-beri-kesempatan-mahasiswa-belajar-jadi-calon-wirausaha

Jakarta, InfoPublik – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) melalui Direktorat Pemberdayaan dan Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Diktiristek melaksanakan Program Wirausaha Merdeka (WMK) Angkatan 2 Tahun 2023. Untuk mendorong terwujudnya sinergi yang solid antara Kemendikbudristek dengan Perguruan Tinggi Pelaksana WMK, maka dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program WMK.

“Hari ini, dilakukan penandatanganan kontrak Perguruan Tinggi Pelaksana. Jadi mereka kita kasih pekerjaan untuk  bisa mengelola program usaha merdeka. Jadi setiap Ploliteknik Perguruan Tinggi itu ditargetkan kurang lebih 400 mahasiswa. Jadi total ada 34 Perguruan Tinggi, dan masing-masing rata-rata 400 mahasiswa itu akan mengelola program-programnya,” jelas Direktur Akademik Pendidikan Tinggi Vokasi Beny Bandanadjaja di sela-sela acara Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama Program Wirausaha Merdeka Angkatan 2 Tahun 2023 di Ruang Graha Utama Gedung A Lt. 3, Komplek Kemendikbudristek, Senayan, Jakarta, Selasa (27/6/2023).

Menurut Beny, sebelumnya mereka sudah memberikan usulan programnya seperti apa, dan sudah dikurasi dari berbagai  perguruan tinggi yang mengusulkan, tentunya setelah kontrak mereka akan menggalang mahasiswa.

“Itu tugas-tugas mereka termasuk dari kami juga mempromosikan mahasiswa untuk mendaftar di politeknik atau di perguruan tinggi mana mereka memilih.  Kemudian setelah terpenuhi kuota  baru mereka melaksanakan program,” paparnya.

“Disain ini memang satu semester, tapi nanti disesuaikan dengan waktu yang tersedia, karena kita juga punya keterbatasan di tahun anggaran. Jadi nanti anggaran diberikan dikelola oleh masing-masing perguruan tinggi berasal dari  Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Jadi dana LPDP itu kemudian diberikan sesuai dengan usulan yang sudah dikurasi tadi,” tuturnya.

Menurut Beny, pihaknya akan memberikan pembekalan bagaimana melaksanakan kegiatan wirausaha. Progam-proramnya itu yang menyusun Perguruan Tinggi Pelaksana  sesuai dengan kompetensi sama sumber daya yang mereka miliki.

Jadi nanti mereka akan di didik untuk bagaimana melaksanakan kegiatan wirausaha, kemudian tidak hanya praktek, tapi juga melihat best practice, kemudian nanti mereka juga diajak mengunjungi usaha-uasaha yang ada disekitarnya barang kali UMKM atau usaha-usaha yang sudah besar  bagaimana membangun usahanya.

“Kita tidak memberikan modal, hanya semacam memberikan pembekalan, mungkin bukan pelatihan saja tapi juga ada prakteknya, bagaimana membangun wirausaha,  Kalau modal kita gak, tapi bagaimana kita memberikan pembekalan dan bagaimana cara melaksanakan wirausaha,” ujarnya.

“Jadi ada prakteknya juga, prakteknya tentu disesuaikan dengan kapasitas dari masing-masing politeknik.  Jadi sifatnya menndorong, kalau pakai modal itu volumenya akan lebih sedikit,” katanya.

Ia menambahkan, dulu pernah ada paling sekitar Rp20 juta untuk mahasiswa. Modal itu kita targetkan usahanya  apa, sampai produknya apa, kemudian dikurasi, diganti ini karena kita melihat volume, targetnya  satu juta, kalau pakai modal itu kayanya  terlalu sedikit nantinya.

“Kemudian kalau dilihat dikasih modal segitu  kayanya tidak efektif  untuk masa proses yang hanya satu semester  di kampus, mereka lulus kadang  ya sudah, perusahaanya itu jarang yang bisa lanjut. Mending kita bekali mereka minimal mereka punya pengetahuan  tata cara  membangun usaha  sampai  bikin perusahaannya barang kali, dari situ nanti setelah mereka lulus  dapat informasi dari bekal itu,” paparnya.

“Kita berharap akan lebih banyak melihat, bukan hanya teori di kelas, tapi lebih banyak melihat bagaimana wirausaha itu berjalan.  Mungkin ada semacam simulasi-simulasi bagaimana menjalankan usaha,” imbuhnya.

Sementara 34 Perguruan Tinggi Pelaksana WMK 2023 tersebut yakni :

1) Universitas Ciputra Surabaya bergabung 2022. 2) Universitas Muhammadiyah Makassar bergabung 2022. 3) Universitas Udayana bergabung 2022. 4) Institut Pertanian Bogir bergabung 2022. 5) Universitas Indonesia bergabung 2022. 6) Universitas Muhammadiyah Surakarta bergabung 2022. 7) Universitas Brawijaya  bergabung 2022. 8) Universitas Cenderawasih bergabung 2022. 9) Universitas Lambung Mangkurat bergabung 2022. 10) Universitas Riau bergabung 2022. 11) Politeknik  Negeri Batam bergabung 2022. 12) Politeknik Negeri Jember bergabung 2022. 13) Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya bergabung 2022. 14) Politeknik Negeri Kupang bergabung 2022. 15) Universitas Airlangga bergabung 2023. 16) Universitas Dian Nuswantoro bergabung 2023. 17) Universitas Multimedia Nusantara Jakarta bergabung 2023.

18) Universitas Padjadjaran bergabung 2023. 19) Universitas Tanjungpura bergabung 2023. 20) Institut Teknologi Sepuluh Nopember bergabung 2023. 21) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya bergabung 2023. 22) Universitas Jember bergabung 2023. 23) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara bergabung 2023. 24) Universitas Negeri Jakarta bergabung 2023. 25) Universitas Sam Ratulangi bergabung 2023. 26) Universitas Syiah Kuala bergabung 2023. 27) Universitas Gadjah Mada bergabung 2023. 28) Universitas Negeri Yogyakarta bergabung 2023. 29) Universitas Pendidikan Ganesha bergabung 2023. 30) Universitas Sebelas Maret bergabung 2023. 31) Politeknik Elektronika Negeri Surabaya bergabung 2023. 32) Politeknik Kutaraja bergabung 2023. 33) Politeknik Negeri Manado bergabung 2023. 34) Politeknik Negeri Semarang bergabung 2023.

Sumber Foto: InfoPublik