SURABAYA- Mengikutiajang Adan Design Cultural Society (ADCS)tingkat internasional untuk kali pertama ternyata mendatangkan best paperaward bagi Agnes Olivia.Dosen Fashion Product Design and Business(FDB) Universitas Ciputra (UC) itu mengaku tidak menyangka bakalloloshingga mendapatkan award. Risetnya yang membahas kultur desain dansejarah Indonesiaitu diharapkan bisa menjadi ilmu bagi siapa pun yang membacanya kelak.

Paper tersebut, kata Agnes, dikumpulkan pada pertengahan tahun lalu. Dia bahkan sempat lupa telah ikut ajangitu. Sampai akhirnya dia mendapat informasi bahwa dirinya lolos. Simposium internasional tahun ini, lanjut Agnes, digelar di Tiongkok. “Awalnya, ajangini didirikan seorang profesor dari Jepang. Inginnya bisa jadi wadah akademisi buat kumpul. Jadi, tiap tahun akan pindah-pindah negara,”  jelasnya. Dalam paperterse but, Agnes membahas desaindan kultur. “Saya mengangkat fashion kontemporer Indonesia. Lewat topik ini,

saya juga membahas soal pandangan Lewat topik tersebut, dia ingin membuat generasi mudalebih awarelagi soal kultur di Indonesia di tengah gempuran teknologi yang semakin berkembang. “Karena Indonesiaini kulnumyaberagam banget. Dan keberagaman ini justru jadi kekuatan bagi kita” jelasnya. “˜Tak sedikit yang menganggap kultur yang beragam itu menjadi sesuatu yang kuno. Padahal, sesuatu yang kunotersebut justru bisa menjadiciri khas sebuah negara. Tinggal bagaimana mengemasnya.

“Saya ingin bisamenunjukkan praktikdlokalisasi dan crossculture, Karena fashion Indonesia ini menariksekali dan bisa diakui pasar global. Apalagi Jokowi juga selalu menekankan produk lokasi “ imbuhnya. Dari situlah Agnes ingin tenusberbagi pendapat, ilmu, dan risetnya itu ke pada semuaorang, terlebih bagi para mahasiswanya.

Selain itu, mengembangkan kultur Indonesia dan modern dalam sebuah desain juga bisa membantu untuk mengenalkan citi khas Indonesia semakin luas lagi. Mengingat, banyak kebudayaan Indonesia yang terus diklaim oleh negara-negara tetangga. (ama/c6/tia)

Sumber: Jawa Pos. 19 November 2021.