Rawat Gigi untuk Penampilan dan Kesehatan. Kompas.8 desember 2015.Hal.33

Rawat Gigi untuk Penampilan dan Kesehatan

Siapa orang yang tidak mau memiliki gigi putih bersih serta tersusun rapi? Pastinya hampir semua orang menginginkannya. Maklum saja, gigi putih bersih yang berderet rapi tidak hanya bisa mendongkrak penampilan, tetapi juga akan membuat senyum Anda semakin menawan.

SAYANGNYA, mendapatkan gigi seperti itu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Terlebih bagi mereka yang lahir dan besar di daerah tertentu. Kondisi alam yang memilukan ini terkadang membuat gigi mereka rapuh. Oleh karena itu, perlu perawatan yang rutin dan disiplin sedari kecil. Kunjungi dokter gigi setidaknya sekali dalam enam bulan untuk mengontrol kondisi gigi sehingga jika ditemukan lubang dapat segera ditambal.

Kebiasaan yang baik juga perlu dilakukan, seperti segera berkumur usai menyantap makarian atau minuman yang asam atau manis. Hal ini karena, tanpa disadari,ada saja kebiasaan buruk yang bisa memicu kerusakan pada gigi, seperti memudarkan warna hingga membuatnya berlubang. Kebiasaan buruk yang dimaksud antara lain sebagai berikut.

Menggosok gigi dengan keras

Terkadang, sebagian orang merasa perlu menggosok gigi dengan cara menekan gigi terlalu keras. Mereka beranggapan cara ini akan membuat gigi lebih bersih. Padahal, menyikat gigi dengan bulu keras dan diberi tekanan dapat menghilangkan enamel pelindung gigi secara permanen. Tanpa disadari, hal inilah· yang nantinya akan membuat gigi menjadi lebih sensitif dan berlubang. Parahnya lagi, cara menyikat gigi seperti itu akan mengakibatkan gusi menipis. Oleh karena itu, selain selektif memilih sikat gigi, ada baiknya Anda juga memerhatikan cara menyikat gigi yang benar agar tidak ada gusi yang berdarah karena proses menggosok gigi yang salah.

Berenang

Aktivitas olahraga yang satu ini sebenarnya sangat mengasyikkan dan menyehatkan. Sayangnya, sering kali kolam renang diberi zat kimia tertentu, yaitu dalam waktu lebih dari 6 jam selama sepekan akan berisiko mengalami perubahan warna pada gigi.  Hal ini bisa terjadi karena zat kimia yang tercampur pada air kolam renang dapat bercampur bersama dengan air liur si perenang. Hal inilah yang kemudian dapat menyebabkan terjadinya reaksi pewarnaan pada gigi. ltu sebabnya, biasanya perenang dianjurkan selalu mengenakan pelindung mulut yang akan melindungi gigi pada saat mereka berenang.

Susu

Siapa pun pasti setuju jika susu memberikan banyak manfaat pada kesehatan. Maklum saja, susu merupakan penyuplai kalsium yang banyak yang banyak direkomendasikan ahll gizi. Sayangnya, kandungan gula atau pemanis dalam susu yang banyak beredardi pasaran diyakini sebagai salah satu pemicu kerusakan gigi. Pemanis yang terkandung di dalam susu diyakini dapat menjadi sumber makanan bagi bakteri yang bersarang di dalam mulut. ltu sebabnya, Anda harus berhati-hati ketika memberikan susu pada si kecil saat ia menjelang tidur. Ada baiknya jika selalu pastikan si kecil untuk tidak melewatkan gosok gigi sebelum dia tidur agar kandungan gula pada susu tidak mengendap.

Nah, dengan perawatan gigi yang tepat, kunjungan ke dokter gigi setidaknya sekali dalam 6 bulan serta menghindari kebiasaan buruk yang dapat merugikan kesehatan gigi dan gusi, Anda akan mendapatkan penampilan yang menarik dan tentu saja gigi yang sehat. Mudah, bukan? Bagaimana dengan Anda? [AYA]

 

Sumber : Kompas, Selasa 8 Desember 2015