Rawat Ketiak, Hindari Bisul dan Radang. Jawa Pos.12 Januari 2014.Hal.36

Surabaya – Perawatan tubuh sebaiknya dilakukan secara menyeluruh. Bahkan, daerah yang tertutup sekalipun harus tetap dijaga. Sama halnya dengan ketiak. Area tersebut bisa menimbulkan masalah bila tidak dijaga. Salah satunya, bila salah memilih deodoran atau cara mencukur, bisul bisa muncul di daerah tersebut.

Misalnya, Ken Ayu Prasti yang menahan radang dan sakit akibat bisul. “Kalau pakai deodoran, rasanya panas. Bisulnya juga makin sakit,” keluh perempuan 25 tahun itu.

Timbulnya bisul, jelas dr Firda N. Kusdwiharto SpKK, bisa dipengaruhi banyak faktor. Salah satunya faktor deodoran. “Alergi kandungan deodoran antipersipirant bisa memicu bisul,” terang Firda.

Dokter yang berpraktik di RSU Haji Surabaya itu menjelaskan, umumnya deodoran mengandung antipersipirant yang berfungsi untuk mempersempit pori-pori.

Selain iritasi, bisul bisa muncul akibat folikel rambut ketiak yang rusak. Rusaknya folikel rambut tersebut bisa terjadi karena luka lecet saat mencukur dan menggaruk ketiak. “Campuran bakteri dan bahan kimia deodoran bisa bikin infeksi dan bisul di ketiak,” papar owner klinik perawatan kulit Hafira itu.

Firda menyarankan sebaiknya tidak memakai deodoran secara langsung sehabis bercukur. Biarkan hingga luka kering sempurna. (bir/c6/tia)

Sumber: Jawa Pos/12 Januari 2014/Hal 36