Realisasikan Desain Bangunan Portabel
18 Juni 2024. Hal. 15
Karya Mahasiswa UC
SURABAYA – Empat dari 58 desain arsitektur karya mahasiswa Universitas Ciputra (UC) dipilih untuk direalisasikan menjadi bangunan asli di Pondok Alam Adat Budaya Nusantara Mahapatih Narotama, Trawas. Karya-karya itu dipilih langsung oleh para pengasuh di pondok pesantren tersebut pada Jumat (14/6)/ Para mahasiswa pun telah mempresentasikan desain mereka yang akan dibangun di lokasi yang cukup menantang.
Gabrielle Regina, salah seorang mahasiswa yang desainnya terpilih, mengaku bahwa project pertamanya itu sangat menantang. Terlebih, desain bangunan yang akan direalisasikan berada di tanah yang tidak rata. “Karena berada di pegunungan, tanahnya itu berkontur dan agak curam. Jadi, desainnya harus benar-benar menyesuaikan tanah dan iklim yang ada di sana,” jelasnya soal tantangan-tantangan yang dihadapinya.
Selain itu, curah hujan tinggi ikut memengaruhi desain yang sudah dibuatnya. Yakni, tampias air yang dinilai kurang bisa menghalau air hujan yang masuk. “Jadi, meskipun desain sudah terpilih dan dibuat sesuai kondisi yang ada di sana, nanti ada revisi penyesuaian lagi,” sambungnya.
Laurensia Mureen Nuradhi ST MM GP selaku dosen arsitektur UC menambahkan, itu merupakan project dari mata kuliah portable architecture. Mahasiswa diajak untuk membuat desain dengan konsep semipermanen konstruksi. “Setiap pembuatan project ini, mahasiswa harus ada real client-nya. Meskipun itu nanti diwujudkan atau tidak. Kebetulan, kali ini real client kami pun minta direalisasikan,” jelasnya.
Dari sana, anak didiknya diajak untuk membuat deisgn yang benar-benar bisa diwujudlan secara real. Riset dilakukan sejak Februari lalu. Sampai di akhir semester ini barulah hasil akan dipilih. “Jadi, meskipun mereka masih duduk di bangku semester II, sudah harus siap membuat desain dengan real client dan segala tantangan di lokasi aslinya,” imbuhnya.
Maureen menambahkan, real client bisa membuat anak didiknya merasakan interaksi dan pengalaman yang nyata. “Berbeda dengan zaman saya dulu, membuat project yang client-nya itu nggak nyata alias hanya lewat deskripsi cerita. Pembelajaran seperti ini pun bisa membuat para mahasiswa lebih serius dalam menggarap setiap project,” tambahnya. (ama/cl8/may)

