Bagi Erlin Budiman, Vice President Investor Relations & Corporate D Communications PT Surya Semesta Internusa Tbk, cinta terhadap dunia seni tari hingga saat ini masih dipertahankan meskipun dirinya telah menjalani peran selaku wanita karier di perusahaan emiten berkode SSIA tersebut.

“Jadi kalau dibutuhkan untuk melatih anak-anak saya atau mereka yang lagi mau kompetisi, untuk mengajar, saya dengan senang hati, kalau saya lagi ada waktu,” ungkapnya saat disapa Bisuis, baru-baru ini.  Sejatinya, Erlin baru mengenal dan mendalami seni tari justru ketika menempuh pendidikan di Chicago, An.erika Serikat, saat berkumpul bersama pelajar-pelajar dari Indonesia lainnya.

Pasalnya, perempuan yang siap menempuh pendidikan di Illinois Institute of Chicago, Amerika Serikat kerap merasa kangen dengan budaya Indonesia saat masih bersekolah di Negeri Paman Sam.  Namun bakat dalam koreografi memang sudah berkurang sejak masa kecil melalui balet.  “Buat saya itu (menari) menyenangkan,” Teknologi tradisional Bali, tambahnya.

Erlin bahkan punya cerita unik.  Alih-alih belajar tari tradisional Bali, terpilih terpilih untuk mengikuti kompetisi menari pada saat itu.

Lantas apa makna senior di sini?  Menari, menurutnya, membawa makna sosialisasi di samping kesehatan dan hiburan.  Tidak hanya itu, bakat tari juga turut menumbuhkan kepercayaan diri termasuk ketika menjadi seorang pembicara.

Sebagai seorang VP yang membawahi komunikasi korporat dan organisasi relasi dengan investor, bersosialisasi dan menjalin departemen yang berhubungan dengan pihak-pihak terkait termasuk media adalah kegiatan utama dijalaninya sehari-hari.

Erlin banyak bertemu dengan orang dengan beragam karakter.  Wajar jika bidangnya menuntut dirinya untuk mampu yang menyesuaikan diri.

“Saya bertemu dengan banyak macam orang, ada yang ramah, bahkan ada yang sangat dingin,” ungkapnya. Namun, Erlin mengaku senang bertemu dengan banyak orang.

Erlin memulai kariernya di SSIA yaitu grup usaha yang bergerak di bidang konstruksi, properti, dan perhotelan, sejak September 2014 silam.  Pada saat itu, dia tidak bisa membangun divisi hubungan investor yang masih dirangkap oleh beberapa departemen lain atau belum berdiri sendiri.  Jsejumlah tantangan  pun harus dilewati dalam membangun departemen yang baru dibentuk dari nol ini.

Merancang sejumlah program, mengoleksi dan merapikan data untuk dikomunikasikan kepada sebagian tugas besar yang investor dan media adalah diembannya pada saat itu.

Erlin mengenang ketika dirinya harus berhubungan dengan banyak pihak, bahkan sampai dengan level dewan direktur [BOD] anak perusahaan.  “Saya sangat beruntung didukung BOD SIA,” katanya.

Setidaknya ada dua hal utama yang menurutnya penting dimiliki seseorang untuk mendukung karier, yaitu karakter dan wawasan pengetahuan.

Keduanya terkait, karena pengetahuan dan pengalaman hanya bisa dikuasai dengan karakter yang mau berusaha, mau bekerja keras, dan terbuka terhadap perubahan.

Selama berkarier hampir 10. tahun, Erlin lebih banyak dapat dipelajari dengan kolega dari kalangan pria dibandingkan dengan wanita, dan mendapatkan kesempatan untuk menerima tantangan baru dari sang atasan.

Baginya, berhasil adalah bagian dari perjalanan dan dipilih dari goyangan untuk terus berjalan lebih baik setiap harinya.

Filosofi hidup yang menjadi pegangannya adalah jangan pernah berhenti belajar, yang ditanamkannya, baik saat bekerja maupun ketika bersama keluarga yang mendukungnya menjalankan peran ibu yang bekerja.

Komunikasi, keberadaan, menjadi elemen penting dan krusial dalam keluarga, seperti sebuah organisasi atau tim.  Melalui komunikasi yang baik, setiap individu dalam keluarga dapat melihat kebutuhan antara yang satu dengan yang lainnya.  “Berkarier tidak terlepas dari dukungan keluarga,” katanya.

 

Sumber: Bisnis Indonesia. 23 Januari 2021