SURABAYA – Tampil anggun dan mangling pada hari bahagian tentu menjadi impian setiap pengantin. Untuk itu, make-up wajib mendukung busana. Jika yang dipilih adalah pesta pernikahan dengan adat budaya nusantara, tata riasnya pun harus menyesuaikan. Misalnya, tata rias Sunda Siger yang dipamerkan Nuniek Silalahi dalam Intercultural Wedding Exhibition di Empire Palace.
Kemarin (10/6) Nuniek mempraktikkan aplikasi tema riasan yang dia namai The Circle of Love tesebut. Nuansa gold yang kuat membuat riasan berkesan grande. Dia menambahkan mahkota, menyiratkan sebuah warisan yang hanya dikenakan putri-putri bangsawan. “Saya berusaha menampilkan kecantikan khas putri Indonesia,” kata Nuniek.
Untuk pernikahan adat Sunda, dia memilih kombinasi hijau, kuning, dan merah sirih. Dia menyapukan eye shadow hijau segar di kelopak mata dengan highlight kuning. Paduan itu menghasilkan kesan elegan dan sorot mata tajam perempuan Sunda.
Untuk pipi, dia memilih blush on merah bata yang natural. Lipstik merah sirih khas Sunda dia bubuhkan untuk menambah keelokan pengantin. “Lihat sanggul Sunda ini. Sekarang sangat jarang dipakai, padahal cantik banget kan? Cocok dengan wajah perempuan Indonesia,” terangnya.
Dalam wedding exhibition yang kemarin memasuki hari ketiga tersebut, juga tersedia beragam pilihan gaun pengantin. Salah satunya, House of Peony yang koleksinya terbilang spesial. Yakni gaun-gaun berukuran big size. “Cantik itu nggak Cuma punya mereka yang bertubuh kurus,” ujar Citra Damaiyanti, owner House of Peony. Menurut Citra, tidak ada perbedaan untuk gaun-gaun besar. “Jenis kain, warna, dan perawatan sama, Kita sediakan ukuran hingga 10xl,” jelasnya. (rid/cik/c20/na)
Jawa Pos 11 Juni 2015
UC Lib-Collect

