SURYA.CO.ID, SURABAYA – Belasan mahasiswa kedokteran Internasional Islamic University Malaysia Belajar Membuat Produk Fashion berupa gantungan kunci dari bahan sisa denim di laboratorium program studi Fashion Product Design Universitas Ciputra, Rabu (27/9/2023).
Mengawali kegiatan tersebut, dibantu Elisabet Stefanny, Alumnus Fashion Product Design para mahasiswa asing ini mencoba memotong bahan denim sesuai pola kemudian menjahitnya.
Namun, ternyata para mahasiswa ini cukup kesulitan memakai mesin jahit yang baru pertama kali mereka pakai.
Bukan tanpa alasan, pasalnya selama ini mereka hanya melihat mesin jahit digunakan para ibu, namun tidak pernah ikut menggunakannya.
“Lebih mudah menjahit manusia,”celetuk Muhammad Irfan Hakim Bin Amri, peserta Denim Waste Recycle Workshop tersebut.
Menurut Irfan, sebagai mahasiswa kedokteran ia sudah mempelajari bagaimana teknik menjahit untuk keperluan bedah.
Tentunya hal tersebut terasa lebih mudah baginya dibandingkan menggunakan mesin jahit untuk pertama kali.
“Kalau tidak karena program ini, saya tidak akan bisa menggunakan alat ini. Apalagi di rumah ada mesin ini tapi saya tidak bisa pakai,”ujarnya.
Meskipun kesulitan, Irfan dan teman-temannya bisa mengikuti workshop dengan baik setelah mematahkan beberapa jarum jahit dan berkali-kali membuat benang jahit putus.
“Awalnya saya tertarik karena program ini menawarkan edukasi tentang malaria dan covid. Dan tentunya semakin menarik karena ada program di luar studi kami seperti saat ini,”pungkasnya.
Sementara itu, Dr Gracia Ongkowijoyo SE MSc CSBSP menjelaskan para mahasiswa kedokteran ini datang ke UC untuk mempelajari berbagai skill yang berbeda dari skill keilmuannya di perguruan tinggi asal layaknya kampus merdeka di Indonesia.
“Program ini adalah UC Flagship Internasional Event di skala universitas yang pertama kali kami lakukan. Dan kami mengangkat tema Come Together To Embrace Sustainability, untuk mengajak UC People dan orang-orang untuk lebih sadar akan Sustainable Development Goal (SDG),”ujarnya.
Tak hanya mahasiswa asal mahasiswa, Grace mengungkapkan terdapat 17 mahasiswa dari 11 universitas di lima negara yang mengikuti program ini. Mulai dari Malaysia, Australia, Amerika, Taiwan dan Inggris.
“Kami memberikan 7 program dari tujuh fakultas termasuk kelas internasional yang kami tawarkan, seperti workshop denim ini,”urainya.
Tak hanya edukasi tentang SDG, program selama empat hari juga mengenalkan budaya di Indonesia khususnya Surabaya.

