Minum Kopi Tak Disarankan
SURABAYA- Ujian membutuhkan konsentrasi tinggi. Agar stamina dan fokus tetap terjaga, sajian yang dikosumsi anak membutuhkan perhatian khusus.
Febriani Lestari, 32, mengaku bangun labih pagi untuk menyiapkan sarapan bagi buah hatinya, Jessica dan Amertya. “Kalau pas enggak lliburan, paling anak-anak makan nasi sama nugget atau telur mata sapi. Nah, pas ujian gini, saya lebih perhatikan makanan mereka,” kata perempuan asli Kediri tersebut. Ketika anak-anak ujian, Febriani memberikan tambahan buah dan sayur.
Karla melakukan hal serupa. Desainer itu memilih menyajikan makanan kesukaan buah hatinya. Travis, anaknya, lebih menyukai telur mata sapi. “Kalau pas ujian, sebelum tidur, saya tanya, ‘Besok mau sarapan apa?,” ujar perempuan berambut panjang tersebut.
Ahli gizi Dr Merryana Adrian SKMMkes mengatakan, makanan yang dipersiapkan ketika ujian adalah sajian yang sesuai dengan kebutuhan anak. Porsinya tidak dilebihkan dan dikurangi. Ketika sarapan, orang tua sebaiknya menyiapkan makanan lengkap yang mengandung karbohidrat, ptotein hewani, buah, dan sayur.
“Jangan lupakan mineral dan vitamin. Keduanya meningkatkan fungsi protein dan karbohidrat,” ujar perempuan kelahiran 17 Mei 1959 tersebut. Anggapan menambah porsi makan agar anak lebih fokus, menurut Merry, kurang tepat.
Merry mengatakan, kalau bisa, anak juga mengosumsi jus. Contohnya, jus buah naga atau kombinasi nanas, wortel, dan apel. Agar tidak memberatkan orang tua, Merry menyarankan memilih buah-buahan yang bisa ditemukan di pasar. Pemilihan buah-buahan lain tak masalah asal anak mau mengosumsinya. “Memikirkan anak boleh, tapi ya pikirkan juga kandungannya. Kalau bisa dapat yang cepat dan bermanfaat, kenapa tidak? Tidak usah yang ribet,” ungkap perempuan yang berdinas di Poli Gizi RS Unair Kampus C tersebut.
Bagi anak-anak yang lebih besar, sepanjang ujian tidak disarankan begadang atau minum kopi. Sebab, daya tahan tubuh justru akan berkurang. Menjelang hari H, anak sebaiknya tak kelelahan.
Sumber : Jawa Pos. Rabu. 25 Maret 2015

