Sentuhan Oriental Ote-Ote Porong.Surya.23 september 2014.Hal.10

Sentuhan Oriental OTE-OTE Porong

CAMILAN ote-ote Porong sudah memiliki pelanggan sendiri di kalangan masyarakat Jatim. Racikan dan rasa ote-ote yang khas itulah yang kini diperkenalkan generasi kedua Ote-ote Porong dengan brand Porong Wei.

Jika dulu ingin menikmati ote-ote harus pergi ke Porong, Sidoarjo, sekarang warga Surabaya sudah dapat menikmatinya di kota tempat tinggalnya sendiri. Ya, kedai Porong Wei sekarang membuka cabang di wilayah Surabaya Barat, tepatnya di G Walk Citraland.

“Resep dan varian ote-ote yang khas tetap kami pertahankan,” ujar Stefanus Gunawan, Business Development porong Wei di sela pembukaan kedai barunya, Senin (22/9). Bagi penyuka makanan tradisional ini, pasti sudah tahu campuran utamanya yaitu tiram, rumput  laut, daging ayam, serta pilihan lainnya,  daging babi.

Ote-ote berukuran jumbo ini dapat dinikmati dengan harga Rp 18.000/biji. Jika kurang puas, bisa memesan khusus ote-ote Porong senilai Rp 25.000 /biji.

Selain ote-ote, menu khas dari pusat : kuliner yang lahir di kawasan Porong itu : juga tersedia Tiram Goreng dan Hibien atau sup bibir ikan. Ada pula menu-menu masakan tradisional Tiongkok otentik lainnya yang bisa dijadikan pilihan.

Area kedai Porong Wei ini cukup luas, berupa bangunan tiga lantai. Suasana kedainya kental dengan kesan Tiongkok kuno. Ini tampak dari gaya dekorasi yang meletakkan papan nama kayu di bagian depan kedai. Perkakas seperti rantang dan teko seng yang biasa digunakan orang pada masa 1970an turut memperindah interior kedai.

“Di sini, kami mengusung konsep kedai Tiongkok kuno yang dimodifikasi dengan meja makan untuk keluarga, bisa ditempati sekitar lima orang,” papar Gunawan.

Dia menambahkan, desain interior dan eksterior Oriental sengaja dipakai di kedai utamanya ini. Sebab, outlet lainnya berada di mal sehingga terlalu sulit untuk dikembangkan. Ini merupakan kedai kelima Porong Wei setelah yaitu ada di empat lokasi lainnya, Food Festival Pakuwon City, Grand City, Sutos, dan Ciputra World Surabaya. Penambahan jumlah kedai ini diiringi pula dengan peningkatan pendapatan. “Rata-rata setiap tahun meningkat 10 hingga 15 persen. Kali ini, berharap 20 persen saja,” tandas Gunawan. Berikutnya, mereka berencana membuka satu kedai baru setiap tahunnya. (rey)

 

Sumber : Surya 23 september 2014 | Hal 10