Siapa yang tak kenal dengan wahana yang menantang ini? Roller Coaster memang permainan ekstrem. Sebagian menyukai dan ada yang tidak takut menaikinya. Memiliki pengalaman bersama wahana ini menjadi pengalaman tak terlupakan Davin Stefanus.
Mahasiswa Desain Komunikasi Visual (DKV) Universitas Ciputra Surabaya ini mengaku, ada yang berbeda ketika naik kali pertama wahana yang ekstrem, bukan roller coaster tetapi jet coaster.
Ada ketentuan agar bisa mencoba menaiki wahana ini. Misalnya tinggi badan tertentu, tidak boleh memiliki riwayat penyakit jantung “Aku pertama kali permainan ini saat umur 11 tahun,” ujar Davin.
Waktu itu, dia sedang berlibur dengan mamanya di Dream World, Coldcoast, Australia. Perasaannya campur aduk saat meluncur. Ada rasa takut dan menegangkan, menumpuk jadi satu di jantung sehingga berdebar-debar di dada.
Rasa berdebar-debar itu ibarat didekati gebetan. Davin sudah meraskannya, bahkan saat berdiri mengantre giliran. Ketika gilirannya naik, dia seolah terlempar di udara. Ketika di udara, perasaan itu seakan melebur bersamaan keseruan yang dirasakannya.
Adrenalin seperti dikocok-kocok hilang seketika, sehingga dia merasakan perasaan bercampur aduk. Apalagi, yang paling menantang, waktu roller coaster berada di atas dan turun dengan kecepatan tinggi. “Begitu turun, terasa sangat geli dan seru banget. Sambil teriak-teriak di udara,” ungkap anak semata wayang ini.
Hingga kini, cowok kelahiran 16 September 1996 itu sudah enam kali naik roller coaster. Ketika di Dreamworld, dia menjajal wahana bernama Buzzsaw. Wahananya mirip bentuk hati cukup membuatnya terkesan karena berputar berkali-kali.
Angin berhembus kencang cukup membuatnya terasa lepas dan relaks. “Sekeras lajunya roller coaster itu, tapi kalau sudah jalan, nggak ada beban apa-apa. Pikiran jenuh hilang seketika. Cocok bagi yang ingin melepas stres,” papar Davin.
Setelah enam kali, naik roller coaster menjadi hal biasa. Cowok yang hobi main piano dan membuat origami ini tidak takut lagi. Hilang dada yang berdetak kencang. Yang ada hanya rasa ingin mencoba lagi.
“Pasti ketagihan itu ada setelah pertama naik roller coaster. Kalau ada kesempatan mengunjungi tempat wisata yang ada roller coasternya pasti saya mau naik itu terlebih dahulu,” ujarnya.
Saran Davin kepada yang ingin naik roller coaster, memakai sepatu dan tidak telanjang kaki. Berusaha mengenakan baju yang nyaman dan tidak punya penyakit bawaan, seperti jantung. (sany eka putri)
Sumber : Surya, Jumat 26 Februari 2016

