Interaksi anak dengan teknologi multimedia banyak mengurangi aktivitas gerak. Itu karena konsep dari teknologi adalah memudahkan kehidupan manusia sehingga akan banyak mengurangi aktivitas fisiknya.
Dalam kegiatan bermain pun anak sudah banyak mengurangi aktivitas geraknya bila permainan tersebut dilakukan dengan multimedia. Misalnya saat anak bermain dengan perangkat komputer atau gadget lain, walaupun beberapa produsen berusaha memasukan realisme gerak di dalam permainan, tetap saja energi yang dikeluarkan akan berbeda ketika anak bermain di alam bebas.
Itu memengaruhi perkembangan fisik anak. Karena kurang gerak, anak bisa mengalami obesitas yang dapat memicu ketidakseimbangan hormonal dan metabolisme.
Selain berpengaruh pada perkembangan fisik, perkembangan emosi dan sosial juga terpengaruh. Itu yang harus diantisipasi orang tua agar anak tetap dapat mengembangkan emosi dan sosial tanpa kehilangan momentum tentang teknologi.
Salah satu yang memengaruhi perkembangan emosi dan perkembangan sosial pada anak adalah anak berinteraksi dengan lingkungan sosial di sekitarnya. Bila lingkungan sosial yang ada di sekeliling anak berupa lingkungan tidak nyata atau virtual maka perkembangan emosi anak pun cenderung tidak adekuat.
Menurut Laurencia Ika Wahyuningrum, pendiri Cita Hati Bunda untuk anak berkebutuhan khusus yang dibangun di Sidoarjo, hal itu karena reaksi yang ditimbulkan adalah reaksi yang bisa dikendalikan sesuai dengan kehendak anak saja atau interaksi satu arah sedangkan umpan balik dari lingkungan nyata belum tentu sesuai dengan kehendak anak. Itu membuatanak harus belajar mengembangkan keterampilan emosi dan sosial untuk mengatasinya.
“Bila penggunaan multimedia tidak dikontrol dengan baik, maka akan menyebabkan tingginya risiko untuk menjadi ketergantungan (addiction). Supaya kekhawatiran itu tidak terjadi, orang tua perlu mengetahui aktivitas anak sehingga sejak awal sudah diingatkan,” kata Ika.
Patricia Greenfield, seorang dokter ahli syaraf dan profesor sinaptik pada Lincoln Collage, Oxfort menyatakan, lebih dari 50 studi tentang dampak multimedia, terhadap perkembangan anak menunjukkan bahwa media seperti telivisi dan video games dapat membatasi beberapa aspek keterampilan mental anak. Di sisi lain, itu dapat juga membantu meningkatkan dengan cara tertentu.
Sumber: Surya.22 Januari 2017.Hal.12

