Simulasi Pijat Bayi.

Hormon Pertumbuhan Naik, Kualitas Tidur Baik

Jawa Pos. 14 April 2024. Hal.22

Pijat bayi merupakan salah satu stimulasi multisensori yang dapat mendorong pertumbuhan dan perkembangan bayi secara optimal. Terutama jika dilakukan pada masa golden period 1.000 hari pertama kehidupannya.

STIMULASI pijat dapat dilakukan sejak bayi baru lahir. Sebaiknya pijat dilakukan sendiri oleh ortu supaya terbentuk bonding yang kuat. Sentuhan lembut ortu akan membuat bayi merasa hangat dan dicintai.

“Sejak dalam kandungan, sebetulnya bayi sudah mendapat stimulasi pijat alami. Karena di dalam kandungan, detak jantung ibu yang menggerakkan air ketuban itu menyentuh kulit janin, memberikan rangsangan,” terang Dr dr Fitri Hartanto SpA(K).

Ketika bayi lahir, lanjut dia, stimulasi pijat sudah diawali dengan inisiasi menyusu. Pada bayi prematur, dilakukan metode kanguru. “Untuk mengoptimalkan golden period, kami sarankan diberikan sejak usia dini. Hasil penelitian menunjukkan anak yang dipijat mengalami peningkatan hormon pertumbuhan lebih tinggi,” ujar dokter spesialis anak Unit Kerja Koordinasi (UKK) Tumbuh Kembang Pediatri Sosial IDAI sekaligus ketua IDAI Jawa Tengah itu.

Stimulasi pijat tak hanya berpengaruh pada aspek pertumbuhan, tetapi juga perkembangan kognitif anak. Kualitas tidur dan BAB anak pun lebih baik daripada anak yang tidak mendapat stimulasi pijat. “Berikan stimulasi pijat 1-2x sehari. Optimalnya 2x sehari. Jika tidak memungkinkan, minimal 3x sepekan sehingga ortu bisa lebih dekat dengan anak,” sarannya.

Saat melakukannya, pastikan anak dalam kondisi terjaga dan sehat. Pada bayi prematur, ortu perlu didampingi dokter spesialis anak. Mulai pijat bagian-bagian yang membuat anak nyaman seperti wajah. “Lakukan interaksi melalui kontak mata supaya anak merasa nyaman. Begitu nyaman, tangan ortu mulai memegang wajah dan usap lembut,” lanjut dokter Fitri.

Ada lima tahapan pijat bagian wajah. Yakni, wajah secara keseluruhan, dahi, area bawah mata, atas dan bawah mulut atau gerakan smile, dan diakhiri dengan gerakan cute (pijatan area belakang telinga). Kemudian, lengan atas ke pergelangan tangan, pangkal paha ke bawah, dan punggung.

“Utamakan kenyamanan dan perasaan bahagia untuk anak dan ortu. Apabila salah satu tidak siap, jangan dipaksakan. Kalau pakai layanan baby spa, tetap dampingi bayi. Sebaiknya dilakukan ortu sendiri,” tandasnya. (lai/c7/nor)