SURABAYA – Meski masuk dalam kuota seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri (SNM PTN), tidak banyak siswa swasta yang mau memanfaatkannya. Sebagian besar dari mereka lebih memilih ke PTS dan kuliah ke luar negeri.

Guru Bimbingan Konseling SMAK Stella Maris Agustinus Sunari menyatakan, tidak banyak siswanya yang berminat studi ke PTN. Dari 129 siswa kelas XII yang diinputkan ke pangkalan data sekolah dan siswa (PDSS), hanya 39 siswa yang berminat mendaftar ke PTN. “Namun, saat kami verifikasi lagi, hanya 26 siswa yang minat. Lainnya bilang saya mundur saja Pak,” katanya.

Sunari mengakui, lebih dari separo siswanya sebenarnya sudah diterima di perguruan tinggi swasta. Antara lain, Universitas Katholik Widya Mandala, Universitas Surabaya, Universitas Kristen Petra, dan Universitas Ciputra. “Paling banyak memang ke UWM,” tuturnya.

Meski sekolahnya terakreditasi A, para siswanya memang cenderung ke perguruan tinggi swasta. Bahkan, kondisi itu sudah terjadi dari tahun ke tahun. Walaupun ada siswa yang tertarik ke PTN, jumlahnya tidak banyak. Sunari menyebutkan, pada 2013 ada 59 siswa yang berminat ke PTN. Pada 2014 jumlah tersebut turun menjadi 50 siswa. Pada 2015 ada 40 siswa dan tahun ini 39 siswa.

Dia mengimbau para siswa yang mendaftar ke PTN untuk terus meng-update informasi pendaftaran. Termasuk segera mendaftar jika belum mendaftar SNM PTN. “Maksimal tiga hari sebelum penutupan sebaiknya sudah mendaftar,” terangnya.

Miryam de la Rosa, siswa SMAK Stella Maris, mengaku tertarik dengan jurusan psikologi. Pili-hannya jatuh pada Universitas Airlangga dan Universitas Gadjah Mada. Selain melalui jalur SNM PTN, dia mendaftar di PTS. “Saya daftar di Ubaya, jurusannya psikologi,” jelasnya.

Tidak berbeda dengan Rosalia Setyowati Dwi Wuryanti. Rekan Miryam tersebut sudah mendaftar di Universitas Sanata Dharma, Jogjakarta.

Di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya (Smamda), beberapa siswanya juga memilih melanjutkan ke PTS. “Tetapi, masih lebih banyak yang ingin ke PTN,” jelas Waka Kurikulum Smamda Surabaya Anita Diah Andriani. Tahun ini 246 siswa dinyatakan lolos kuota 75 persen.

Anita menyatakan, beberapa siswa yang lain memilih langsung mendaftar ke PTS. Misalnya, ke Universitas Ciputra dan Ottimo International Mastergourmet Academy Surabaya. “Sejak awal, mereka memang berminat ke sana,” tuturnya. Sebab, beberapa siswa yang memilih ke PTS memilih jurusan yang langsung spesifik dan sesuai keinginan. “Misalnya, yang ingin jadi chef, langsung ke sekolah masak,” katanya.

Tahun ini ada lebih dari sepuluh siswa yang berminat langsung ke PTS. Selain itu, ada pula siswanya yang berminat ke luar negeri. ”Beberapa meminta surat rekomendasi ke Jepang, Singapura, dan Jerman,” ungkapnya. (puj/ara/c20/end)

Siswa Swasta Tak Tertarik SNMPTN. Jawa Pos. 7 Maret 2016.Hal.28