SESUAI KEBUTUHAN : Antara ruang tamu dan ruang tengah dibatasi sliding wall yang dibuat dengan teknik laser cut. Kanan, saat pemilik rumah memerlukan ruangan lebih luas,sliding wall itu akan ditarik.
Lantai Dua lebih Kasual
SUPAYA , lebih santai, Maureen dan Jean membuat lantai 2 lebih kasual. Mulai penataan furnitur hingga pewarnaanya. Nuansa lantai 2 lebih colorful. Beberapa warna muda seperti ungu dan oranye diaplikasikan.
“Untuk lantai 2, pemilik rumah memasrahkan pada kami,”Permintaannya ,yang penting lantai dari unsur kayu untuk menguatkan kesan back to nature”,imbuhnya.
Meski aslinya,menurut Jean kayu bukanlah ide yang bagus untuk konsep tropis. Kayu mempunyai sifat menyerap panas.Jadi,bukannya menambah sejuk,kayu malah membuat panas. Hanya,secara penampilan,unsur alam pada kayu memang kuat .
Sebagai penyeimbang.Jean membuat cross ventilation. Jadi, ruangan tengah di lantai 2 dikelilingi jendela yang berhadapan. Udara bisa masuk dari dua sisi. Sebagai pemandangan , ada teman kecil di samping. Lokasinya bersebelahan dengan ruang tengah. Tepatnya berhadapan dengan kursi menghadap ke TV.”Jadi,kalau mau nonyon TV,bakal dihadiahi pemandangan taman”, ucap pria yang juga dosen Teknik Arsitektur Universitas Kristen Petra (UKP) tersebut .
Ada empat kamar di lantai 2. Tiga kamar tidur dan satu ruang ngumpul yang lebih sering digunakan anak – anak Lusi belajar kelompok dengan teman – temannya. Sesuai dengan konsep tropis, semua ruangan di lantai 2 juga mempunyai jendela. “ Semua jendela bisa dibuka lebar – lebar”. Tutur Jean.
Penataan di kamar tidur juga di buat kasual. Salah satu kamar anak dibuat full warna ungu sesuai keinginan sang buah hati.” Tapi, tetap diberi beberapa furnitur warna lain”, imbuhnya.(ina/c7/ayi)
Dalam konsep rumah modern tropis, tidak semua lahan diisi bagunan. Selalu ada bagian yang dibiarkan kosong. Tujuannya , untuk mendukung proses sirkulasi udara dan menjadi panoramanya tersendiri.
RUMAH Lusi Liantono dibuat dengan konsep modern tropis bernuansa alam.Berdiri di atas lahan berukuran 13 x 25 meter. Saat memasuki rumah, akan terlihat minimnya tembok pembatas rumah dengan halaman, serta antara ruangan dan kamar. Antara ruang tamu dan ruang tengah hanya di batasi sekat berupa laser cutting sliding wall.
Arsitek yang merancang adalah sepasang suami istri, yaitu Jean Francois Poillot dan Maureen Nuradhi. “Pemilik rumah meminta tidak ada pembatas antara ruang tamu dan ruang tengah”. Ucap Maureen dan suami menyiasati dengan mengggunakan sliding wall. Sebuah partisi geser sliding wall tersebut dibuat dengan teknik laser cut.Motifnya tampak manis, diilhami dari bentuk alami ranting pohon. Ada lubang – lubang kecil yang memberi kesan ruangan tidak terlalu tertutup. “namun,cukup menjaga privacy ruangan tengah dari ruang tamu,”terang Maureen .
Dia menerapkan balance of variety and unity pada desain interiornya. Motif furnitur dibuat bervariasi alias tidak menonton pada satu motif. Misalnya, untuk sofa , motifnya bunga dan stripes. Supaya tetap harmoni, warnannya dibuat satu tone,Vas bunga juga dibuat satu motif dengan sofa.
Dari ruang tamu, ada ruang keluarga yang menyatu dengan dapur kering.Maureen menyatakan, TV set dan kitchen set dibuat secara custom. Selain menyesuaikan besar ruangan, di kitchen set terdapat akuarium besar ruangan. Sembari menikmati hidangan di meja makan, pemandangan akuarium besar menjadi sensasi menyenangkan.”Lusi memang suka mendengar gemercik air dan memilihara ikan’,papar “ Maureen yang juga dosen Teknik Arsitektur Universitas Ciputra (UC) tersebut.
Rumah itu dilengkapi beberapa air conditioner (AC). Namun,intensitas penggunaannya minim. Saat pagi, jendela ikan di antara taman. Pada salah satu sudut, di pasang gazebo. Di lantai 1, terdapat satu kamar yang digunakan sebagai kamar tamu. Kamar tersebut berada di belakang TV set dan berbatasan dengan halaman belakang.
Luas bangunan dan lahan yang tersisa di rumah Maureen, sangat ideal. Perbandingannya 1,5:1.”Maksudnya 1,5 yang dibangun dan 1 untuk lahan yang disisakan untuk halaman.”jelasnya (ina/c23/ayi)
Tip Rumah Modern Tropis :
- Terkait dengan sirkulasi udara dan cahaya yang baik, rumah sebaiknya menghadap ke utara atau selatan
- Minimalkan tembok sebagain pembatas ruang.
- Buat ventilasi di setiap ruangan, Tujuannya, memberikan udara dan menghindari kelembapan.
- Buat beberapa ruangan yang mempunyai pemandangan alami . Bisa taman atau kolam .
- Bila ingin tetap membuka jendela dan pintu samping atau belakang saat malam, bisa di dobeli dengan jendela atau pintu kasa supaya nyamuk tidak masuk .
- Untuk lantai, marmer bisa di pilih agar memberikan nuansa sejuk
Sumber : Jawa Pos (For Her) Selasa, 17 November 2015

