PROFESI seseorang berbanding lurus dengan selera makan. Tidak percaya? Lihat saja yang terjadi pada diri Shelly Walean. Businesswoman Metropolis itu awalnya mengaku tidak terlalu mencintai western. Namun, semua berubah saat dirinya terjun ke bisnis tour & travel genap setahun ini.
Beberapa kali harus keluar negeri untuk memastikan bisnis perjalanannya berjalan baik, Shelly menjadi terbiasa dengan kuliner negara-negara yang dikunjunginya. “Ternyata setelah dirasakan, terutama di negara aslinya, penganan internasional itu enak-enak,” ujarnya.
Kini salah satu menu yang menjadi favoritnya adalah beef spaghetti. Kecintaannya pada menu asal Italia itu terjadi karena sejak awal alumnus University of South Australia tersebut memang menyukai makanan berbahan dasar mi. “Dari kuliah favorit saya mi. terutama kwetiau,” katanya lantas menyebut kwetiau favoritnya dijual di kawasan Kedungdoro Surabaya. “Kalau ke luar negeri nggak ada kwetiau, gantinya spaghetti ini,” imbuhnya.
Menurut Shelly, mencintai semua makanan dan tidak terlalu banyak memilih adalah sebuah keharusan. “Kita tidak akan pernah tahu, kita ini akan berdomisili atau bekerja di mana. Kalau terlalu kaku, tentu menyiksa diri sendiri,” ujarnya. (nji/c2/ayi)
Sumber: Jawa-Pos-7-Januari-2014.Hal_.40

