
Suka Nikmati Bangunan Bersejarah
Tujuan Utama Freddy H. Istanto kala Traveling
SURABAYA, Jawa Pos – Sejak 1998, Freddy H. Istanto concern terhadap pelestarian bangunan cagaar budaya (BCB). Bagi dia, bangunan kuno memiliki banyak cerita menarik jika dibandingkan dengan bangunan modern. Jarang, dia juga berpelesir ke berbagai daerah di Indonesia dan luar negeri hanya demi menikmati bangunan-bangunan lama yang sarat nilai sejarah.
“Traveling untuk melihat BCB sudah seperti kegiatan rutin dan wajib. Saat jalan-jalan, saya selalu menyempatkan untuk mengapresiasi tempat-tempat bersejarah di mana pun berada,” kata pria asli Surabaya tersebut.
Sudah banyak negara yang Freddy datangi. Mulai Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, Korea, Jepang, Hongkong, Tiongkok, Belanda, Prancis, Jerman, Ceko, Turki, Spanyol, sampai Belgia. Meksi negara-negara itu menyuguhkan pemandangan modernitas, Freddy tetap cinta dengan bangunan kuno.
Menurut pria kelahiran 1956 tersebut, setiap negara yang pernah dikunjunginya punya karakter unik. Contohnya, di Turki. Dia kagum oada kota lama Romawi dan peradaban Islam di sana. Lalu, di Jepang, Freddy menyukai arsitektur negara tersebut yang mampu menyatu dengan alam. “Terakhir keluar negeri pada Desember 2019. Saya mengunjungi Museum Viking Ship di Denmark. Seperti ada yang kurang kalau tidak mengunjungi bangunan bersejarah saat jalan-jalan. Sudah ketagihan,” ungkap ketua Surabay Heritage tersebut.
Di Surabaya, Freddy kali terakhir menjelajahi Kampung Lawang Seketeng. Tepatnya dua minggu lalu sebelum pemerintah memberlakukan kebijakan work from home (WFH). Sebenarnya ada banyak BCB di Surabaya yang sangat berkensan bagi Freddy. Sebab, di Kota Pahlawan ini, ada lebih dari 200 BCB. Mulai rumah tinggal, rumah ibadah, perkantoran, rumah sakit, jembatan, tandon air, gardu listrik, bandara, sampai pelabuhan rakyat. “Saya juga hobi main ke pasar-pasar tradisional Indonesia dan selalu tertarik mengunjungi makam. Bahkan, saya pernah menjelajahi pasar tradisinonal sampai ke Jayapura,” jelas ayah dua anak tersebut.
Ada kepuasan tersendiri ketika Freddy melihat bangunan lama. Dia merasa ada dialog batin lewat visual ketika bertandang ke tempat-tempat kuno. Setelah itu, hadirlah kekaguman saat bangunan tersbeut berlatar sejarah dan peradaban manusia. “Lihat BCB sebagai bentuk refreshing ketika saya sudah penat menghadapi banyaknya pekerjaan,” tutur Freddy yang saat ini juga berprofesi dosen Arsitektur Interior Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra. (car/c14/tia)
Sumber : Jawa Pos, 9 April 2020 | Hal 24
